
Manokwari, TopbNews.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua Barat, Markus Waran meminta semua pihak untuk taat pada hasil penghitungan suara, sebagai bagian dari demokrasi yang menjadi aspirasi rakyat.
Ia juga meminta, pihak penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu untuk tegas dalam penerapan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Yang kita berharap suara yang sudah ada jangan ditransfer-transfer lagi kayak pemilu-pemilu sebelumnya, tapi biarkan itu ada dan nanti akan dihitung dan dilihat sendiri, sesuai aspirasi rakyat. Jangan ditransfer dari partai A ke partai B karena suaranya kurang, biarkan saja penyelenggara yang nanti akan mengelola dan memutuskan itu semua sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada”, kata Waran.
“Kemarin kita belajar demokrasi dengan tidak mentransfer suara dan money politik karena akibat daripada itu kita membodohi rakyat jadi akhirnya apa ke depan demokrasi kita yang ada ini tidak tumbuh yang ada money politik yang akan merajalela”, sambungnya menambahkan.
Lebih lanjut kata Waran, dengan data partai yang dimiliki dari BSPN PDI-P yang diperoleh dari saksi partai yang ditempatkan pada semua TPS dan juga saksi tingkat distrik hingga kabupaten, PDI-P berpotensi memperoleh 1 kursi di senayan.
“Terkait dengan Papua Barat, kami melihat Pemilu kali ini memang partai terlalu banyak sehingga suara ini membias artinya perolehan suara membias jadi saya lihat cuma tiga partai besar ini yang mungkin bisa memperoleh kursi di DPR RI, yaitu GOLKAR, NasDem dan PDI-P”, ungkap Waran sembari mengingatkan kepada seluruh caleg, pimpinan parpol, KPU dan Bawaslu untuk menjaga Papua Barat sebagai rumah bersama dalam keadaan aman dan nyaman.
“Jikalau di dalam rumah kaki seribu itu ada seorang dari rumah kaki seribu yang punya peluang mari kita sama-sama memberikan dukungan sehingga bisa mewakili rumah kaki seribu dan kita semua yang ada di Papua Barat untuk ada di parlemen sana”, pungkasnya.
Penulis : Tesan