Ketenangan Papua, Kunci Pembangunan

Oleh : Direktur Eksekutif Papuan Centre (Mananwir Betkaf Franky Umpain)

Tanggal 1 Desember senantiasa menjadi penanda penting dalam kalender sosial-politik di wilayah Papua. Namun, alih-alih menjadikannya sebagai momentum refleksi yang konstruktif, tanggal ini kerap dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menciptakan ketegangan dan provokasi yang mengganggu stabilitas.

Menjelang dan pada tanggal 1 Desember 2025, sikap tenang, dewasa, dan tidak terprovokasi dari seluruh lapisan masyarakat Papua adalah benteng pertahanan yang paling efektif. Ketenangan rakyat bukan sekadar pilihan, melainkan prasyarat mutlak untuk menjamin keberlanjutan proses pembangunan yang kini tengah digencarkan di seluruh Tanah Papua.

Peran Sentral Ketenangan dalam Pembangunan

Menurut Direktur Eksekutif Papuan Centre (Mananwir Betkaf Franky Umpain), saat ini, Papua berada dalam fase percepatan pembangunan yang didukung penuh oleh implementasi kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) dan pemekaran daerah otonomi baru (DOB).

Inisiatif ini dirancang untuk mendekatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Namun, program ambisius ini akan sia-sia jika terus diganggu oleh ketidakstabilan.

Gangguan keamanan, sekecil apapun, akan menciptakan iklim investasi yang buruk, menghambat mobilisasi logistik pembangunan, dan yang paling krusial, menimbulkan trauma psikologis dan kerugian ekonomi bagi masyarakat lokal.

Pesan tegas dari Ketua-ketua Lembaga Adat, tokoh agama, tokoh masyarakat yang menyerukan ketenangan harus menjadi pedoman kolektif.

Seruan ini mencerminkan kesadaran mendalam bahwa masa depan Papua tidak boleh disandera oleh segelintir kepentingan yang mengorbankan hajat hidup orang banyak.

Waspada terhadap Fragmentasi dan Provokasi

Franky Umpain menegaskan, pihak-pihak yang tidak menginginkan kemajuan Papua acapkali menggunakan narasi pemecah belah dan hoaks, khususnya melalui platform digital, untuk memicu konflik. Masyarakat harus cerdas dan kritis dalam menyaring informasi.

Aksi anarkis yang timbul dari provokasi hanya akan merugikan diri sendiri, melumpuhkan aktivitas ekonomi, mulai dari pasar tradisional, sekolah, hingga kantor layanan publik dan mencederai citra Papua yang tengah berjuang menuju kemandirian.

Ketenangan adalah manifestasi dari kecerdasan sosial. Dengan menjaga ketenangan, masyarakat menunjukkan kedewasaan untuk fokus pada isu-isu substantif yang menyangkut kesejahteraan, bukan terjerumus dalam pusaran konflik yang destruktif.

Merajut Masa Depan Bersama

Di dalam keberagaman geografis dan kultural, mulai dari OAP yang di gunung, di hutan, di lembah, hingga di pesisir, terdapat satu kesamaan fundamental: kita adalah satu Papua, dengan satu masa depan.

Momentum 1 Desember 2025 harus dijadikan sebagai penegasan komitmen kolektif untuk merawat persatuan.

Dengan bersatu dalam ketenangan, masyarakat Papua menunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa kekuatan sejati terletak pada kemampuan menjaga kedamaian, berfokus pada pembangunan, dan mewujudkan Papua yang maju, sejahtera, dan bermartabat.

Tanggung jawab menjaga stabilitas berada di tangan kita semua. Keamanan yang tercipta oleh ketenangan rakyat adalah fondasi terkuat bagi terwujudnya Papua yang makmur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!