
Kota Jayapura, TopbNews.com – Dalam rangka merevitalisasi sekaligus mengkoordinasikan isu kesehatan di Papua, Unicef melalui Yayasan Sehati Sebangsa Indonesia (YSSI) menggelar pertemuan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk mendorong kerjasama yang dirancang dalam bentuk Multi Steakholder Forum (MSF), di ruang pertemuan Dinkes Provinsi Papua, Rabu (30/4).
Sekretaris MSF Papua, Iriyanto Yakobus mengatakan pertemuan koordinasi Multi Stakeholder Forum kesehatan papua, bertujuan memperkuat sinergitas lintas sektor.
“Beberapa waktu lalu mungkin sempat terhenti yaa, dan saat ini kita akan kembali bangun seperti komitmen kita bersama dalam mendukung langkah strategis isu kesehatan”, katanya.
Iriyanto menyebut, dengan kegiatan MSF dapat kembali menghidupkan keberpihakan kita untuk melihat kondisi kesehatan orang asli Papua.
“MSF sekaligus menjadi Forum Komunikasi, koordinasi, harmonisasi dan juga konsolidasi dimana seluruh pihak duduk bersama mendialogkan isu-isu kesehatan di papua khususnya untuk orang asli Papua”, ujarnya.
Diharapkan kedepan MSF dapat memberikan dampak yag positif bagi kesehatan orang asli Papua sehingga memiliki kemandirian dalam kesehatan secara paripurna.
“Karena kesehatan bukan hanya fisiknya saja tapi juga mental, jiwa dan semuanya. Jadi benar-benar paripurna secara keseluruhan”, ucapnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini yang menjadi kendala utama yakni waktu pertemuan bersama pemerintah mengingat kesibukan dari masing masing pihak.

Selanjutnya, untuk memenuhi kelengkapan dari MSF sebagai Forum diperlukan Surat Keputusan sebagai salah satu asas legalitas dan statuta.
“Ini menjadi penting karena semakin memantapkan kerja-kerja kita dari berbagai sektor. Karena Forum ini didalamnya ada pemerintah, perguruan tinggi, teman teman LSM, CSO dan lainnya, sehingga bagaimana semua pihak mempunyai kepedulian, tanggung jawab, dan bagaimana memberikan kontribusi waktu, tenaga juga pendanaan”, bebernya.
Mewakili Kadinkes Papua, Kepala Seksi P2PTM Dinkes Provinsi Papua, Yamamoto Sasarari mengapresiasi MSF yang telah berupaya melihat kembali masalah kesehatan yang sementara digumuli oleh Dinkes Papua.
“Kami sangat menyambut positif MSF kesehatan yang bisa membantu dunia kesehatan melembagakan norma norma kesehatan bagi masyarakat di papua”, kata Yama.
Dirinya berharap melalui pertemuan ini, akan ada perubahan di dunia kesehatan terlebih bagi masyarakat Papua.
Diketahui usulan program prioritas MSF yakni Jaminan sosial dan jaminan yang inklusif, perbaikan pemberian layanan terutama untuk mengatasi masalah Malaria, TB, HIV dan masalah gizi yang didalamnya ada persoalan stunting, memberikan edukasi bagi masyarakat dan koordinasi antar kabupaten kota. (*)
Penulis : NatYo