
Bintuni, TopbNews.com – Pendidikan politik dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh politik uang dan informasi keliru saat Pemilu maupun Pilkada.
Hal itu disampaikan Sekretaris Kesbangpol Teluk Bintuni, Kenny R.A. Kindewara saat menjadi pemateri Sosialisasi Pendidikan Politik bagi tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda dan perempuan, Jumat (25/9/2026).
Dengan pengalaman sekitar 15 tahun di KPU, Kenny menekankan masyarakat perlu memahami aturan dan proses politik jauh sebelum tahapan pemilu berlangsung.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya aktif saat pencoblosan. Pemahaman harus dibangun sejak awal agar mampu memilih berdasarkan kapasitas dan rekam jejak calon, bukan karena uang.
“Jangan lihat uangnya, tapi lihat figurnya. Kalau memilih pemimpin karena uang, setelah terpilih kepentingan untuk mengembalikan modal politik justru lebih dominan,” tegas Kenny.
Ia mengingatkan agar politik uang tidak dianggap biasa karena berdampak pada kualitas pemerintahan dan pembangunan.
Selain politik uang, Kenny menyoroti pentingnya partisipasi dalam pemutakhiran data pemilih. Warga diminta tidak pasif saat petugas KPU melakukan coklit.
“Ketika petugas datang mendata, kita harus ikut membantu. Jangan DPT sudah keluar baru mempertanyakan mengapa nama kita tidak ada,” ujarnya.

Kenny juga mendorong keterlibatan perempuan dan generasi muda. Perempuan dari berbagai suku diminta tidak minder mengambil bagian dalam ruang politik dan demokrasi.
“Jangan bilang kita hanya jadi penonton di negeri sendiri. Kalau ada kesempatan, mari maju. Jangan takut dan jangan minder,” katanya.
Generasi muda juga berperan menjaga stabilitas politik. Perbedaan pilihan, kata dia, jangan sampai menjadi konflik antarmasyarakat.
Ia mengajak peserta menjadi penyambung informasi ke keluarga dan lingkungan, sehingga pendidikan politik tidak berhenti di ruang sosialisasi.
“Kesbangpol memang tidak membangun gedung atau proyek fisik. Tugas kami membangun mindset masyarakat, pola pikir yang baik melalui pendidikan politik,” ujarnya.
Kenny berharap sosialisasi memperkuat kesadaran menjaga demokrasi tetap aman dan bermartabat, serta menghormati siapa pun yang terpilih.
“Siapa pun jadi bupati, siapa pun jadi anggota DPR, kita hormati. Yang penting politik berjalan baik, pembangunan baik, ekonomi baik, budaya baik, dan masyarakat tetap aman,” pungkasnya. (*)
Penulis: Marthina Marisan