Kapolda Papua Barat Pesan Pelajar SMA : Jangan Tukar Masa Depan Dengan Narkoba

Manokwari, TopbNews.com – Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Alfred Papare mengingatkan pelajar SMA Negeri 2 Manokwari menjauhi narkoba dan tidak mengorbankan masa depan karena pergaulan dan rasa ingin tahu yang keliru.

Pesan disampaikan Kapolda saat kunjungan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di aula SMA Negeri 2 Manokwari, Selasa (20/10/2026).

Kapolda membawakan materi “Jangan Tukar Masa Depanmu dengan Narkoba: Kenali Bahaya Sebelum Terlalu Dekat dengan Masalah.”

Ia mengatakan masa SMA adalah periode penting membentuk karakter, menentukan arah hidup, dan menyiapkan cita-cita. Tantangan generasi muda semakin besar, termasuk ancaman narkoba yang merusak masa depan, kehidupan pribadi, dan keharmonisan keluarga.

Kapolda bangga sejumlah alumni SMAN 2 Manokwari telah mengabdi sebagai anggota Polri di Polda Papua Barat. Hal itu bukti pelajar punya kesempatan sama meraih masa depan melalui pendidikan, disiplin, dan kerja keras.

Dengan jumlah siswa sekitar 1.000 orang dan guru kurang dari 100 orang, pelajar diminta punya kesadaran menjaga diri dari pengaruh negatif.

“Jangan pernah mencoba narkoba hanya karena ingin tahu atau ikut ajakan teman. Sekali salah melangkah, dampaknya besar bagi masa depan,” tegas Kapolda.

Ia menjelaskan rasa ingin tahu dan pengaruh teman sebaya kerap menjadi pintu awal penyalahgunaan narkoba. Pelajar harus berani menolak ajakan berisiko dan tidak menjadikan masalah keluarga atau tekanan hidup sebagai alasan terjerumus narkoba.

Kapolda memaparkan data kasus narkoba di wilayah hukum Polda Papua Barat, termasuk temuan pengguna berusia 12 tahun. Fakta ini peringatan ancaman narkoba menyasar anak sejak usia dini.

Pencegahan butuh peran bersama. Siswa diminta saling mengingatkan dan melapor ke guru jika ada indikasi penyalahgunaan narkoba di sekolah. Sekolah kemudian berkoordinasi dengan polisi untuk penanganan tepat.

Polisi tidak hanya melakukan penindakan, tetapi edukasi, sosialisasi, dan pendampingan. Bagi anak terlibat narkoba, penanganan dilakukan sesuai ketentuan, termasuk asesmen dan rehabilitasi jika memenuhi syarat.

Dalam sesi tanya jawab, siswa bertanya tentang cara lapor tanpa intimidasi, langkah polisi menekan peredaran, dan penanganan rehabilitasi bagi pengguna di bawah umur.

Kapolda mempersilakan pelajar memanfaatkan Call Center 110 untuk pengaduan dan bantuan. Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan dan kerja sama polisi, sekolah, keluarga, dan masyarakat melindungi generasi muda.

Sebagai bentuk kepedulian, Kapolda menyerahkan simbolis 3.000 masker sekali pakai kepada perwakilan siswa.

Kegiatan dihadiri Dir Narkoba Polda Papua Barat, Dir Binmas Polda Papua Barat, Koorspripim Polda Papua Barat, Kepala Sekolah dan guru SMAN 2 Manokwari.

Kapolda berharap kunjungan meningkatkan kesadaran pelajar akan bahaya narkoba, keberanian menolak pengaruh negatif, dan terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan sehat. (*/TOP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!