James Modouw : Pendidikan Gratis Itu Pencitraan Politisi, Rakyat Jangan Dibodohi

Akademisi Uncen Jayapura, Papua, DR. James Modouw (Foto : Tesan/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Isu pendidikan gratis kerap menjadi bahan kampanye disetiap momen Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia, baik oleh calon legislatif maupun calon kepala daerah pada Pilkada.

Tahun politik 2024 sudah didepan mata, bukan tidak mungkin isu ini akan kembali mencuat untuk menarik simpati masyarakat.

Akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, DR. James Modouw dengan tegas menyatakan, pendidikan gratis adalah pencitraan politisi, karena itu masyarakat jangan mau dibohongi.

“Itu hanya pencitraan politisi yang membodohi masyarakat. Jadi media harus kawal itu,” tegasnya.

Pendidikan gratis kata James Modouw sangat tidak mungkin untuk diberlakukan, mengingat pendidikan itu adalah sesuatu hal yang sangat luas.

“Selama 40 tahun di bidang pendidikan saya mau katakan bahwa pendidikan itu tidak mungkin digratiskan karena pendidikan itu ada 4 jalur,” ujarnya.

James Modouw menjelaskan, empat jalur dalam Pendidikan yaitu pertama pendidikan formal, kedua pendidikan non formal, lalu ketiga pendidikan Informal dan ke empat pendidikan di dunia maya.

“Jadi tidak bisa kita maknai pendidikan itu sebagai proses sekolah itu salah, karena makna pendidikan lebih luas dari itu. Dalam keluarga, pendidikan antara orang tua dan anak disebut pendidikan informal dan siapa yang bisa bebaskan biaya itu, tidak mungkin,” kata James kepada sejumlah media usai kegiatan Jurnalis Kawal Otsus di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (16/9).

James Modouw menjelaskan, pendidikan itu seperti sebuah gerakan perubahan sosial. Proses saling mempengaruhi dalam pergaulan itu juga merupakan bagian dari pada pendidikan, sehingga ketika dalam proses tersebut ada biaya yang ditimbulkan, lantas siapa yang membiayai hal itu.

“Sekolah itu salah satu bagian dari pendidikan. Jadi lebih tepat jika dikatakan pembebasan biaya sekolah, bukan pendidikan gratis yang digaungkan selama ini,” terangnya.

Lebih lanjut Mantan Kepala Dinas Pendidikan Papua itu menjelaskan, Pendidikan formal adalah Pendidikan yang diperoleh di sekolah. Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan formal misalnya lembaga kursus dan pelatihan atau pusat kegiatan belajar masyarakat. Kemudian Pendidikan Informal adalah pendidikan yang diperoleh dalam keluarga sedangkan pendidikan di dunia maya adalah pendidikan yang diperoleh berbasis internet.

“Kegiatan yang kita lakukan disini juga bagian dari pendidikan. Interaksi antar masyarakat dan juga didunia maya adalah pendidikan. Jadi tidak ada biaya pendidikan gratis, harus lebih spesifik bagian pendidikan mana yang akan digratiskan,” Pungkasnya.

Penulis : Tesan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!