
Manokwari, TopbNews.com – Ikatan Pemuda Luwu Raya (IPLR) Papua Barat sukses menyelenggarakan Pelatihan Soft Skill bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Manokwari.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Oktober 2025, di Oriestom Bay Hotel ini diikuti lebih dari 150 peserta dari berbagai sektor usaha.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pemuda dan masyarakat agar lebih kreatif, mandiri, serta siap menghadapi tantangan dunia usaha modern.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis IPLR dalam memperkuat literasi keuangan dan pemahaman mengenai sertifikasi halal bagi produk lokal.
Ketua Panitia, Fahrul dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan secara matang agar memberikan manfaat nyata bagi peserta.
“Kami merancang pelatihan ini agar peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman praktis yang bisa diterapkan dalam usaha mereka. Materi kami pilih sesuai kebutuhan nyata pemuda dan pelaku UMKM di Manokwari”, ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Manokwari, H. Ahmad Kuddus, yang turut membuka kegiatan.
“UMKM bukan sekadar usaha bisnis, tapi juga jalan bagi masyarakat untuk mandiri dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Pelatihan ini penting agar UMKM naik kelas dan membuka peluang kerja baru”, jelasnya.
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber utama dari berbagai instansi. Bank BRI memberikan materi literasi keuangan, pengelolaan modal, dan strategi usaha efektif bagi UMKM.
Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Barat membagikan panduan pengembangan usaha dan strategi peningkatan daya saing, sementara BPJPH membahas pentingnya sertifikasi halal untuk menjamin kualitas dan memperluas pasar produk lokal.
Seluruh sesi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif berdiskusi dan bertanya kepada para narasumber.
Antusiasme tinggi terlihat sepanjang kegiatan, dimana peserta mencatat materi, bertukar pengalaman, serta menjalin relasi dengan pelaku usaha lainnya.
Selain pengetahuan, peserta juga menerima seragam khusus dan sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi dan partisipasi dalam pelatihan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi ajang membangun jejaring kolaboratif antara peserta, lembaga, dan instansi pendukung.
Ketua IPLR Papua Barat, Indrawan, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan seluruh pihak.
“Kami berharap peserta dapat segera menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha mereka. Ini merupakan wujud nyata komitmen IPLR dalam memberdayakan pemuda dan masyarakat Luwu Raya”, katanya.
Sementara itu, Sekretaris IPLR, Nur Alamsyah, menegaskan bahwa pelatihan ini akan menjadi bagian dari program berkelanjutan.

“Program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan proses pendampingan jangka panjang agar usaha peserta terus berkembang”, ujarnya.
Sekretaris Panitia, Ranis M. Mangeke, menambahkan bahwa panitia mengedepankan koordinasi dan pendampingan selama kegiatan.
“Kami ingin memastikan setiap peserta mendapat pengalaman terbaik dan mampu mengimplementasikan seluruh materi yang diberikan”, katanya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara IPLR Papua Barat, Bank BRI, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Manokwari, serta BPJPH.
Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran UMKM dan pemuda sebagai penggerak ekonomi daerah.
Dengan keberhasilan pelatihan tersebut, IPLR Papua Barat berkomitmen terus menghadirkan program-program pemberdayaan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Manokwari dan Papua Barat secara menyeluruh. (*/rls)