Ingatkan Pemilih Tidak Tergiur Politik Uang, Roma Megawanty : Harga Diri Bapa Ibu Jauh Lebih Mahal

Roma Megawanty P, Caleg DPR-RI Dapil Papua Barat Nomor Urut 1 Partai GOLKAR saat kampanye pada 3 titik di Manokwari Selatan, Sabtu 3/2/2024 (Foto : Tesan/TopbNews.com)

Mansel, TopbNews.com – Caleg DPR RI Dapil Papua Barat Nomor Urut 1 dari Partai GOLKAR, Roma Megawanty Waterpauw, mengingatkan masyarakat di Manokwari Selatan untuk tidak tergiur dengan uang yang ditawarkan para Caleg saat mengkampanyekan dirinya.

Roma menyebut, istilah memberikan uang kepada pemilih disebut “Beli Putus” . Pasalnya setelah itu cerita akan berakhir setelah yang dipilih duduk di legislatif.

“Menjelang pemilihan akan banyak orang datang janji-janji kepada bapak ibu termasuk janji uang. Hati-hati bapak ibu dengan janji uang karena dipikiran mereka kalau sudah kasih uang bapak ibu saya sudah beli jadi saya tidak perlu lihat yang pilih saya lagi. Betul kah tidak? Betull.. banyak yang begitu… jawab simpatisan”, ujar Roma mengingatkan.

Roma Megawanty P, Caleg DPR-RI Dapil Papua Barat Nomor Urut 1 saat kampanyekan cara mencoblos surat suara kuning Nomor 1 Partai GOLKAR (Foto : Tesan/TopbNews.com)

“Jadi jangan sampai bapak Ibu tanggal 14 Februari tersenyum lebar karena terima uang, selesai coblos pulang ke rumah ada orang duduk di Jakarta 5 tahun tidak lihat bapak ibu. Jadi waktu coblos senyum sekali, 5 tahun cemberut, manyun karena tidak pernah ditengok”, sambung Roma disambut tepuk tangan puluhan warga yang hadir pada Pertemuan Terbatas yang digelar di Oransbari, Manokwari Selatan, Sabtu (3/2).

Himbauan agar masyarakat berpikir panjang sebelum menerima uang, juga kembali ditekankan Istri mantan Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw saat bertatap muka dengan puluhan warga di Ransiki yang digelar di halaman rumah keluarga Kaleb Kayukatui dan di Halaman Sekretariat DPD Partai GOLKAR Kabupaten Mansel di Momiwaren.

“Bapak ibu, sekarang harga babi itu berapa?.. 10 juta… jawab hadirin. Kalau bapa ibu dikasih 300 ribu atau 500 ribu, bapak ibu terima, berarti harga babi lebih mahal kah tidak dari bapa ibu? bukan saya yang bicara yaa tapi bapa ibu sendiri”, sontak pertemuan itu dipenuhi tawa dan tepuk tangan para simpatisan dan masyarakat yang hadir.

“Jadi hati-hati bapak ibu kalau pilih hanya karena uang. Yang kasih uang berpikir, ah saya sudah beli jadi tidak perlu pikir kamu begitu saya duduk. Mereka lupa, seperti itu yang tadi bapak ibu sampaikan, padahal mereka punya dana aspirasi yang mana dana aspirasi itu buat daerah pemilihan, tapi karena waktu itu dia pikir saya sudah habis begini karena bayar mereka 300, 500 per kepala.. Ya sudah dana aspirasi buat dia saja”, jelas Mantan Deputi Bank Indonesia di Jakarta.

Roma Megawanty menambahkan, apa yang disampaikannya ini untuk menyadarkan masyarakat berapa pentingnya perjalanan 5 tahun ke depan dibanding kesenangan 1 hari.

Pertemuan tertutup Calon DPR RI Dapil Papua Barat, Nomor urut 1 Partai GOLKAR, Roma Megawanty Waterpauw di Momiwaren (Foto : Tesan/TopbNews.com)

“Saya hanya ingin menyadarkan kepada masyarakat kalau Bapak Ibu tidak suka kepada saya tidak apa, tapi tolong pilih tetap dari partai GOLKAR itu permintaan saya dan saya ingatkan bahwa bapak Ibu lebih berharga dari apapun jadi jangan mau suara bapak ibu dibeli dengan harga 300, 500 atau dengan harga berapapun”, imbuhnya.

Caleg DPR RI Nomor Urut 1 Partai GOLKAR ini mengemukakan alasannya kenapa GOLKAR, karena GOLKAR tidak pernah janji-janji tapi kerja nyata.

“Ada saya kampanye disatu daerah, bapaknya marah-marah karena yang dipilih dia tidak pernah melihat mereka. Sy tanya Bapak pilih dari Golkar atau bukan? bukan katanya.. Lah Lalu kenapa marah-marah sama kami, bapak tanyakan kepada mereka yang bapak ibu pilih. Jadi begitu bapak ibu. Sekali lagi saya sampaikan, bapak ibu sudah dengar dan lihat jadi renungkan sendiri, pasti hati nurani bapak ibu akan tau siapa yang bapak ibu pilih yang bisa menyuarakan keinginan dan aspirasi bapak ibu, yang bisa lihat bapak ibu nanti saat dia terpilih”, tutupnya.

Penulis : Tesan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!