
Manokwari, Topbnews.com – Wakil Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat, Dominggus Urbon menggelar Reses Pertama tahun 2023 di dapil pemilihannya, Kabupaten Bintuni, Provinsi Papua Barat, selama 2 hari, dimulai tanggal 15-16 April 2023.
Dominggus Urbon mengatakan, hari pertama reses digelar bersama masyarakat suku besar Kuri, tua-tua adat, dan Ketua LMA guna membicarakan pelaksanaan Mubes III yang direncanakan digelar di Bintuni. Dalam reses tersebut, Dominggus Urbon juga mendengarkan sejumlah keluhan dan masukan dari masyarakatnya.
“Aspirasi masyarakat terutama terkait infrastruktur jalan. Tidak ada jalan penghubung antara kampung-kampung dan pusat distrik. Contoh dari Distrik Sarbe ke jalan trans nasional. Kemudian dari kampung saya tembus ke jalan masuk ke kantor bupati itu juga tidak ada jalan,” jelasnya.
“Ada sekitar 160 kilo akses jalan yang harus ditingkatkan dan pembukaan jalan baru,” sambungnya.

Sementara dalam reses hari kedua yang dirangkai dengan buka puasa bersama umat muslim, masyarakat menyampaikan keluhan terkait persoalan stunting dan kemiskinan ekstrim. Dikatakan, 96% Bintuni berkontribusi kepada pemerintah Provinsi Papua Barat, namun rakyat tetap berada dalam kekurangan dan kemiskinan.
“Jujur saja pemerintah daerah kurang menangani stunting secara serius, sehingga pemerintah pusat harus intervensi. Saat ini Pj Gubernur mulai konsen menangani stunting dan kemiskinan ekstrim. Ya kita berharap pemimpin didaerah pun harus dukung sepenuhnya. Sehingga target nasional 14% itu, Papua Barat setidaknya dapat mendekati,” kata Urbon.
Menurutnya, dana yang dikucurkan oleh Pemerintah dalam APBD Provinsi adalah nilai yang fantastis karena itu sinergitas 7 OPD yang terlibat ini harus benar-benar serius bekerja.

“Jangan hanya kejar kuantitas saja. Maksdnya jangan program banyak tapi hasil kualitas tidak ada. Tapi mari 160 milyar ini dikelola sebaik mungkin sehingga efektif dan efisien. Bukan soal uangnya, tapi yang penting progresnya itu harus realitas supaya kita mau melihat berapa banyak solusi untuk menyelesaikan stunting ini dengan beberapa miliar, kemudian tahun berapa, jangan sampai ini selesai generasi berikutnya sudah muncul stunting baru,” ungkapnya.
Stunting dan Kemiskinan Ekstrim adalah dua hal yang saling terkait, karena itu kata Kaka Dom harus ditangani secara sistematik, terencana dan terstruktur, sehingga tuntas.
“Kami dari Fraksi Otsus DPR Papua Barat, kami akan kawal,” pungkasnya.
Penulis : Tesan