
Manokwari, TopbNews.com – Papua Barat berhasil menjaga laju inflasi sepanjang 2025 tetap dalam batas aman. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) provinsi ini mencapai 2,59 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 2,92 persen. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Papua Barat, Merry, di Kantor BPS Papua Barat, Senin (5/1/2026).
Capaian tersebut sekaligus menempatkan Papua Barat masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional 2025 sebesar 2,5±1 persen. Kondisi ini mencerminkan daya tahan ekonomi daerah di tengah dinamika harga berbagai komoditas sepanjang tahun.
Merry, menyampaikan bahwa stabilitas harga di wilayahnya relatif terjaga meskipun terdapat tekanan dari beberapa kelompok pengeluaran tertentu.
Menurutnya, pengendalian inflasi selama 2025 berjalan cukup efektif.
“Secara umum, inflasi Papua Barat masih terkendali dan sejalan dengan target nasional, meskipun ada beberapa sektor yang mengalami kenaikan cukup tinggi”, kata Merry.
Dari sisi kelompok pengeluaran, sektor transportasi menjadi sumber tekanan terbesar terhadap inflasi tahunan, dengan tingkat inflasi mencapai 6,79 persen.
Kenaikan tarif angkutan udara, harga bensin, serta kendaraan bermotor menjadi faktor utama pendorongnya.

Selain transportasi, kenaikan harga juga terlihat pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta penyediaan makanan dan minuman.
Di sisi lain, tidak semua kelompok mengalami kenaikan. BPS mencatat adanya penurunan harga pada kelompok pendidikan serta perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga sepanjang 2025.
Sementara itu, pada Desember 2025, inflasi bulanan Papua Barat tercatat cukup tinggi sebesar 1,60 persen.
Lonjakan harga pangan menjadi pemicu utama, terutama cabai rawit, daging babi, dan bawang merah yang mengalami kenaikan signifikan menjelang akhir tahun.
Meski demikian, beberapa komoditas seperti biaya pendidikan, ikan ekor kuning, dan tempe justru mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi bulanan.
BPS juga mengingatkan adanya sejumlah komoditas yang secara konsisten berkontribusi terhadap inflasi dan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, antara lain beras, cabai rawit, bawang merah, bensin, gula pasir, hingga sewa rumah.
Dengan inflasi tahun kalender yang tetap berada di angka 2,59 persen, Papua Barat dinilai mampu menjaga keseimbangan harga sepanjang 2025, meskipun tekanan dari sektor transportasi dan pangan masih perlu diantisipasi ke depan. (*)
Penulis : Rian Lahindah