
Jayapura, TopbNews- Penjabat Sekda Kota Jayapura, Robby Kepas Awi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pusat perbelanjaan dan gudang penyimpanan sembako, Selasa (31/1). Inspeksi ini dilakukan dalam rangka pengendalian harga guna menekan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga komoditas bahan pokok.
Sekda Robby juga memastikan jika ketersediaan bahan pokok di Kota Jayapura, masih cukup dan bisa bertahan hingga bulan puasa dan Idul Fitri mendatang.
Saat sidak, secara tegas Sekda Robby mengancam akan menindak tegas distributor maupun pengecer yang kedapatan bermain harga ataupun menimbun ketersediaan bahan pokok. “Sanksi yang akan diberikan mulai dari teguran hingga pencabutan izin usaha,” kata Robby.
Sementara Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Jhoni Betaubun mengapresiasi Penjabat Walikota dan jajarannya yang terus mengarahkan tim TPID untuk terus memantau harga pasar. Hal tersebut berguna agar kestabilan harga bahan pokok yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat terus terjaga.
“Saya optimis dengan sidak yang dilakukan. Masyarakat khususnya pedagang tidak akan menaikan harga seenaknya saja tapi mengikuti harga patokan Kota Jayapura,” kata Jhon.
Sesuai rilis, inflasi di Kota Jayapura lebih tinggi dari angka inflasi nasional. Tercatat, inflasi di Kota Jayapura adalah 5,81. Sedangkan angka nasional adalah 5,51. Kenaikan inflasi disebabkan harga kebutuhan bahan pokok.
Hasil pantuan, sejumlah bahan pokok berupa telur, tepung , beras dan sayur harganya masih wajar. Kenaikan harga cukup signifikan terjadi pada komuditi cabe rawit. Sebelumnya, cabe dijual dengan harga Rp.65 ribu. Tapi kini dijual dengan harga Rp.95 ribu.
Sedangkan di pasar tradisional, bawang merah di jual Rp.55 ribu dan bawang putih Rp.35 ribu perkilo. Minyak goreng subsidi di jual Rp.14 ribu rupiah perliter dan dari hasil sidak sejumlah bapok masih stabil.
Sidak sendiri dibagi dalam rute. Rute Abepura-Heram dan Jayapura Selatan-Jayapura Utara. (*)
Penulis: Natalia