
Manokwari, TopbNews- “Allah SWT, sama sekali tidak menghendaki darah dan daging dari hewan kurban yang disembelih. Allah SWT, hanya menguji ketaatan dan keimanan manusia dalam menjalankan ajaran Islam”.
Itulah penggalan khotbah yang disampaikan Profesor Wahyudi, Guru Besar Fakultas Kehutanan Unipa saat menjadi khotib dalam Shalat Idul Adha 1444 Hijriah di Masjid Darul Ulum Amban (MDUA), Kamis (29/6).
Selain mengutip Al Quran, Surat Al Hajj, Prof. Wahyuni juga mengatakan kerelaan mengorbankan sesuatu yang dicintai, merupakan hakekat dari berkurban. “Pengorbanan juga sebagai bentuk syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Kita korbankan berbagai sifat buruk dan perilaku yang menghambat derajat mutaqin. Seperti rasa ego, emosi, iri, dengki, takabur, kufur dan berbagai penyakit jiwa lainnya,” ucapnya.
Idul Adha, menurut dia, juga dikenal dengan Hari Raya Haji. Dimana saat ini, jutaan umat dari berbagai dunia berkumpul di Tanah Suci. Menggunakan pakaian serba putih dan melakukan wukuf di Padang Arafah, melambangkan persamaan aqidah, tatanan hidup dan nilai serta kesederhanaan. “Semua sederajat di hadapan-Nya,” tandas Dosen Fakultas Kehutanan Unipa ini.
Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Darul Ulum sendiri dihadiri lebih dari seribu orang. Bertindak sebagai Imam Shalat, H. Mukhtarom.
Usai pelaksanaan shalat, dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Berdasarkan laporan panitia perayaan Idul Adha, tahun ini Masjid Darul Ulum menyembelih 16 ekor sapi. Dua di antaranya merupakan sumbangan Pemda Manokwari dan Pemprov Papua Barat. Seluruh daging kurban kemudian dibagikan kepada Umat Islam di sekitar Amban. (*)
Penulis: Tim Redaksi