
Manokwari, TopbNews.com – Tepat di usia sebelas tahun, Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Majelis Daerah Griffiths Syoribo meresmikan gedung serbaguna “Aula Saman”, Senin (7/7/2025).
Dalam perayaan ibadah syukurnya, peresmian menjadi simbol semangat membangun dan melayani yang terus menyala dalam tubuh GPKAI.
Ketua Sinode GPKAI, Pdt. Philipus Manggaprow, menyampaikan GPKAI bukan sekadar gereja, tetapi sebuah gerakan pelayanan yang hadir menjangkau wilayah sulit di Papua Barat dan Papua Selatan.
“GPKAI melayani bukan di kota besar, tetapi di pedalaman yang seringkali luput dari perhatian. Meski begitu, Injil yang kami bawa tetap memberi hasil. Aula ini adalah bukti bahwa pelayanan kami tidak berhenti,” ungkap Pdt. Philipus.
Tercatat GPKAI memiliki 69 Majelis Daerah (Klasis), 611 jemaat, dan lebih dari 116 ribu anggota yang tersebar dari Sabang hinggga Merauke.

Gedung Aula Saman tidak hanya menjadi pusat kegiatan gereja, tetapi juga ruang bagi pendidikan, pertemuan, dan pembinaan generasi muda.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, saat hadir menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi GPKAI mendukung pembangunan daerah.
“Pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ketika gereja membangun seperti ini, kita melihat bentuk nyata dari iman yang bekerja dalam kasih. Ini adalah bagian dari pembangunan Manokwari secara utuh,” ujar Bupati.

Hermus mendorong gereja agar turut aktif dalam pelestarian budaya lokal, dengan mengusulkan pembentukan pusat pendidikan Bahasa Hatam sebagai bagian dari pelayanan gereja kepada generasi muda.
Gubernur Papua Barat yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Legius Wanimbo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi GPKAI Majelis Daerah Griffiths Syoribo, dalam pembangunan sarana ibadah yang juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi tinggi komitmen GPKAI. Gedung ini tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,” sambungnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membentuk masyarakat yang harmonis dan berkarakter.
Tema acara “Menggenapi Misi Amanat Agung Yesus Kristus” yang diangkat berdasarkan Matius 28:19-20, menurut Legius, merupakan pengingat akan tugas mulia dalam menyebarkan kasih, damai, dan kebaikan kepada sesama.
Usai sambutan dilanjutkan pengguntingan pita dan diakhiri doa bersama.
Penulis : Marthina Marisan