
Manokwari, TopbNews.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari menggelar Sea Trial KN SAR 244 Kumbakarna, Kamis (15/5/2025). Kegiatan merupakan upaya memastikan kesiapan unsur sarana dan personel dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan di wilayah perairan Papua Barat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kansar Manokwari, Reza. A, menjelaskan kegiatan sea trial bertujuan menjamin kesiapan Alat Utama (Alut) dan personel, termasuk pengujian peralatan pendukung seperti drone dan sistem komunikasi Starlink yang terintegrasi.
“Pelaksanaan sea trial ini merupakan bagian dari tugas pokok Basarnas dalam menjamin kesiapan unsur SAR. Selain pengujian kapal, kami juga melakukan uji fungsi drone yang berguna dalam penilaian awal wilayah operasi SAR serta pengujian konektivitas sistem Starlink dengan drone,” aku Reza.
Menurutnya, KN SAR Kumbakarna saat ini dalam kondisi siap operasional (safetisabel) dan dapat digerakkan kapan pun untuk mendukung misi SAR, khususnya pencarian dan pertolongan di perairan Papua Barat.
Kapal ini memiliki cakupan wilayah operasi hingga ke perairan Teluk Wondama serta berbatasan dengan wilayah kerja Kantor SAR Sorong dan Biak.
“Kami juga terus memperkuat kerja sama dengan instansi potensi SAR seperti TNI-Polri, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait termasuk masyarakat. Koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak sangat membantu kelancaran operasi di lapangan,” tambah Reza.

Kapten KN SAR Kumbakarna, Annas Fatihah, menuturkan selain pengecekan personel, kegiatan sea trial juga dimanfaatkan sebagai pemanasan kapal guna mengetahui kondisi keseluruhan kapal dan kesiapan kru dalam menghadapi operasi SAR.
“Rute pelayaran kali ini meliputi perairan sekitar Manokwari hingga ke Pulau Mansinam sejauh 5,03 mil laut. Di sana kami melakukan pengujian fungsi drone dan Starlink sebagai bagian dari simulasi operasi SAR,” ujar Kapten Annas.
Basarnas Manokwari berharap dapat terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat di laut, demi keselamatan dan keamanan masyarakat di wilayah perairan Papua Barat.
Penulis : Marthina Marisan