Gagal ke Nasional, Enjelina Mandacan Justru Dipercaya Membawa Baki Merah Putih

Manokwari, TopbNews.com – Tidak semua kegagalan berujung pada kehilangan kesempatan. Bagi Enjelina Mandacan, kegagalan menembus seleksi Paskibraka tingkat nasional justru berakhir dengan sebuah kepercayaan yang tak kalah membanggakan.

Siswi SMA Negeri Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, itu terpilih menjadi pembawa baki bendera Merah Putih dalam upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 tingkat Provinsi Papua Barat, Senin (17/8/2026).

Kepercayaan tersebut diberikan setelah Enjelina bersama 36 anggota Paskibraka Papua Barat menjalani rangkaian pembentukan dan latihan untuk pelaksanaan upacara kemerdekaan.

Bagi Enjelina, terpilihnya sebagai pembawa baki menjadi pengalaman yang sangat berarti. Sebab, perjalanan menuju posisi tersebut tidak berlangsung mulus sejak awal.

Ia bahkan sempat merasa pesimis ketika pertama kali mengikuti seleksi calon Paskibraka di sekolah. Keraguan itu muncul karena ia merasa tidak yakin mampu lolos. Namun, Enjelina tetap mencoba.

Langkah pertamanya membawanya lolos seleksi tingkat Kabupaten Manokwari Selatan. Setelah itu, ia kembali mengikuti tahapan seleksi di tingkat provinsi hingga berkesempatan mengikuti seleksi tingkat nasional. Di tahap terakhir tersebut, langkahnya terhenti.

Enjelina gagal menembus tingkat nasional dan kembali bergabung dalam formasi calon Paskibraka Papua Barat. Alih-alih menjadikan kegagalan itu sebagai alasan untuk kehilangan semangat, ia kembali menjalani latihan bersama rekan-rekannya.

“Saya sangat senang dan bangga ketika dari 36 anggota saya terpilih dan diberikan mandat untuk membawa baki bendera pada upacara pagi detik-detik proklamasi HUT RI”, kata Enjelina usai dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka Papua Barat 2026 di Auditorium PKK, Arfai, Sabtu (15/8/2026) malam.

Kepercayaan itu sekaligus menjadi pengalaman baru bagi Enjelina. Ia mengaku sempat merasakan gugup ketika menjalani latihan pertama.

Namun, rasa gugup tersebut perlahan dapat dikendalikan. Saat gladi bersih, Enjelina merasa lebih siap secara mental dan bertekad memberikan penampilan terbaik ketika menjalankan tugas pada upacara kemerdekaan.

Di balik seragam Paskibra yang dikenakannya, Enjelina juga membawa sebuah cita-cita. Ia ingin melanjutkan perjuangan menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Karena itu, pengalaman selama menjadi Paskibraka tidak hanya dipandang sebagai pencapaian hari ini, tetapi juga sebagai bagian dari proses membentuk disiplin, keberanian dan ketahanan mental untuk mengejar cita-cita.

Kepada generasi muda Papua Barat, Enjelina berpesan agar tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti mencoba.

“Kita harus belajar dari kegagalan dan kesalahan, maka itu jauh lebih baik”, ujarnya.

Perjalanan Enjelina menjadi pengingat bahwa sebuah kegagalan tidak selalu berarti seseorang berada di jalan yang salah.

Terkadang, kesempatan justru datang setelah seseorang mampu bertahan ketika peluang pertama tidak berpihak kepadanya.

Bagi Enjelina, kesempatan itu hadir dalam bentuk baki Merah Putih yang akan dibawanya di hadapan masyarakat Papua Barat. (*)

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!