
Jayapura, TopbNews – Penjabat Walikota Jayapura, Frans pekey angkat bicara terkait pergantian Penjabat Walikota yang marak diperbincangkan akhir-akhir ini. Menurutnya, pergantian Penjabat Walikota merupakan hal yang biasa. Dimana setiap tahun dilakukan evaluasi atas capaian kinerja selama setahun baik penjabat Gubernur, Bupati dan Walikota .
“Hasil penilaian itu dinilai oleh pemerintah pusat dihimpun oleh Mendagri dan kemudian dilaporkan ke Presiden baik itu Pj Gubernur, Pj Bupati maupun Pj Walikota,” ujarnya didepan ratusan ASN Kota Jayapura saat apel perdana usai libur lebaran, baru-baru ini.
Dirinya menegaskan, dalam aturan Permendagri itu disebutkan bahwa untuk Penjabat Bupati dan Walikota diusulkan oleh tiga lembaga yakni oleh DPRD di Kabupaten/ Kota, Gubernur dan Mendagri.
“Jadi yang menetapkan itu nantinya bapak Presiden sebagai tim penilai akhir terhadap penjabat Walikota Jayapura yang baru nanti. Semua ini ada mekanismenya,” tegasnya seraya menambahkan, jika pengusulan kembali penjabat walikota telah diusulkan.
“Sudah diusulkan oleh DPRD kemudian itu akan dihimpun dan diseleksi dan diajukan tiga nama ke Presiden, ada kemungkinan Minggu ke dua atau Minggu ke tiga Mei akan diumumkan atau juga ditetapkan. Intinya sebelum tanggal 27 Mei 2023,” terangnya.
Oleh karenanya, penjabat walikota meminta kepada seluruh PNS dijajaran pemerintahan Kota Jayapura untuk bekerja seperti biasa sesuai dengan mekanisme, aturan dan birokrasi pemerintahan yang ada dan tidak terpengaruh. “Siapapun pemimpin apakah itu penjabat, apakah walikota definitif, yaa kita tetap bekerja seperti biasa termasuk saya,” ucapnya.
Frans menegaskan, dirinya saat ini masih berstatus ASN yang diberi tugas tambahan sebagai Penjabat Walikota.
“Status saya masih PNS masih ada 4 tahun kedepan saya sebagai PNS dan pensiun dan jabatannya masih jabatan definitif Sekda Kota Jayapura. Karena itu saya tidak merasakan apapun tentang polemik yang terjadi di luar sana, saya PNS tidak jadi Pj saya kembali jadi sekda itu saja, sangat simpel sekali,” jelasnya.
Penjabat meminta kepada seluruh ASN di pemerintah kota Jayapura untuk bekerja secara maksimal dan optimal untuk melayani masyarakat dikota Jayapura sesuai dengan bidang tugas kita masing masing. “Kalau saya dipercayakan untuk melanjutkan saya juga siap dan kalaupun saya diberhentikan kembali jadi sekda pun saya siap 100 persen,” tegasnya.
Ia mengingatkan ASN dan Pejabat OPD dilingkungan Pemkot Jayapura agar tidak memperbincangkan hal tersebut bila tidak mengetahui aturan.
“Tidak usah bicara kesana kemari kalau tidak paham aturan. Tapi mari kita tetap fokus bekerja jangan sampai polemik ini mempengaruhi kinerja kita atau suasana bathin kita bahkan suasana bekerja kita,” pungkasnya.
Penulis : Natalia