
Manokwari, TopbNews.com – Ibadah Malam Kunci Tahun, Minggu 31 Desember 2023 di Jemaat GKI Manyosi Manokwari Papua Barat, diikuti ribuan umat kristiani dari Rayon 1 hingga Rayon 7.
Ibadah diwarnai dengan Fragmen yang dibawakan oleh Persekutuan Anggota Muda (PAM). Fragmen berjudul “Kereta Kebinasaan” menceritakan tentang kehidupan umat manusia dengan berbagai pilihannya.
“Mereka memilih menjadi anak-anak yang suka melawan orangtua, kelompok yang suka mencemooh, kelompok yang menghabiskan waktu dengan mabuk dan pesta pora serta kelompok yang tidak memiliki waktu untuk Tuhan karena waktunya habis dengan bekerja dan mencari uang”, ujar Prolog.
Dikisahkan kereta melaju dan mengalami kecelakaan, namun Kasih Allah tidak pernah meninggalkan mereka.

Pelayan Firman, Pdt. Marthina Rumfabe, S.Th merefleksikan fragmen dengan pembacaan Firman Tuhan yang terambil dalam Kitab Wahyu 21:1-8, Langit Yang Baru dan Bumi Yang Baru. Menurutnya, Kitab Wahyu menyampaikan bahwa tujuan semua umat manusia, adalah menuju Yerusalem Baru.
“Fragmen tadi mengisahkan kehidupan kita saat ini, Pilihan hidup yang kita ambil. Meski mereka, berada di jalan menuju kebinasaan namun Tuhan masih tetap menolong mereka. Setiap manusia hidup dengan tujuan. Dan tujuan itu menentukan bagaimana kehidupan kita di masa yang akan datang”, ucapnya.
Dirinya menyampaikan, dalam hidup ini umat Tuhan harus menentukan bagaimana dirinya hidup. Serta tidak mencari Tuhan saat berada dalam masa-masa sulit.
“Jangan mencari Tuhan kalau kita mau sesuatu dari Tuhan. Tapi carilah Tuhan maka kamu akan hidup. Mazmur sampaikan, carilah Tuhan ketika dia berkenan untuk ditemui”, ujarnya menegaskan.
Pendeta Marthina Rumfabe mengingatkan umat Tuhan untuk memanfaatkan kesempatan yang Tuhan berikan dengan merubah diri menjadi lebih baik di tahun yang baru, 2024.
“Kita bertanggung jawab atas diri kita masing-masing. Apapun profesi dan pilihan, hidup kita. Karena itu mari gunakan kesempatan yang Tuhan Yesus berikan kepada kita dengan merubah diri kita menjadi sesuatu yang baik dan berkualitas dalam hidup kita. Dan kita membutuhkan Tuhan untuk merubah hidup kita”, katanya sembari menambahkan Yohanes mengatakan Barang siapa hidup didalam aku, aku hidup didalamnya. Karena diluar aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Ia mengungkapkan, kehidupan manusia ada pasang surutnya. Namun jangan mau jatuh pada dosa, dan kesalahan yang sama. Tapi Carilah Tuhan agar memperoleh tiket masuk kedalam kerajaan sorga.
“Kita harus belajar dekat dengan Tuhan. Kalau jalan itu ada lubangnya, maka carilah jalan lain menghindar dari situ. Jangan lewati jalan, itu lagi. Jangan mencari rasa nyaman yang menuju kebinasaan. Mari kita mau diubah sehingga kita tidak masuk dalam api yang menyala-nyala yaitu kematian kedua. Tetapi kita menjadi penghuni Yerusalem Baru, tempat dimana Ada Kekekalan bersama Tuhan Yesus”, serunya.
“Semoga kerinduan kita semua terwujud untuk sampai di Kota Emas, Yerusalem Baru”, tutupnya seraya mengajak umat Tuhan menyanyikan Lagu Oh.. Yerusalem Kota Mulia, Hatiku Rindu Kesana, Tak Lama Lagi Tuhanku Datanglah, Bawa Saya Masuk Sana.
Penulis : Tesan