
Sorong, TopbNews.com – Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pembangunan masyarakat adat di Papua. Pada 30 November 2025, Ketua Harian Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Barat Daya, Franki Umpain (Mananwir Betkaf), menerima bantuan satu unit laptop dan telepon genggam berteknologi tinggi yang diperuntukkan mendukung produksi konten digital kegiatan adat di wilayah tersebut.
Bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap akselerasi transformasi digital hingga ke komunitas adat, sehingga berbagai aktivitas adat, dokumentasi budaya, serta penyampaian informasi dapat dijangkau oleh masyarakat luas melalui platform digital.
Program ini juga merupakan kelanjutan dari upaya pemberdayaan adat yang sebelumnya berjalan melalui penyelenggaraan Jambore Masyarakat Adat Papua Barat Daya, yang mempertemukan kepala suku, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda dalam memperkuat peran masyarakat adat sebagai subjek pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Franki Umpain menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo yang dinilai telah memberikan perhatian serius pada kebutuhan kepala suku dan tokoh adat di Tanah Papua. Menurutnya, dukungan seperti ini menjadi langkah pendekatan yang tepat dalam mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat adat, serta berkontribusi langsung pada pemeliharaan stabilitas keamanan di Papua. Ia berharap program pemberdayaan berkelanjutan terus diperluas dan menyentuh seluruh wilayah adat di Papua Barat Daya.
“Pendekatan seperti inilah yang dibutuhkan untuk menjaga harmoni dan keamanan di Papua. Kami sangat bersyukur dan berharap program ini tetap berlanjut dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat adat,” ujar Franki.
Digitalisasi menjadi peluang besar bagi masyarakat adat Papua dalam memperkenalkan identitas budaya, memperkuat jaringan komunikasi antarwilayah, serta menyediakan akses informasi yang lebih merata. Langkah ini sejalan dengan visi pemerataan teknologi yang sedang didorong pemerintah, di mana konektivitas digital terus diperluas di Papua.
Melalui pemberian perangkat digital kepada para pemimpin adat, pemerintah berharap masyarakat adat dapat menjadi bagian penting dalam arus transformasi digital nasional tanpa harus meninggalkan jati diri budaya mereka. Teknologi diharapkan menjadi jembatan antara nilai-nilai kearifan lokal dengan kemajuan zaman. (PBD-TOP01)