
Manokwari, TopbNews.com – Bupati Hermus Indou mengatakan, indikator angka kemiskinan di Kabupaten Manokwari, rata-rata disebabkan karena rendahnya penghasilan, sehingga menyebabkan daya beli terbatas. Oleh karena itu, Pemerintah mendorong program Pemberdayaan UMKM dan Penciptaan Lapangan Kerja untuk menurunkan angka kemiskinan di Manokwari.
“Kalau pekerjaan ada, pendapatan ada, Maka setiap bulannya daya beli juga akan baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga,”katanya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat menyebutkan, angka kemiskinan di Kabupaten Manokwari mencapai lebih dari 21 persen.
Menyikapi data tersebut, Bupati mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan pemerintah adalah memastikan data real by name by address dari persentase itu.
“Kita akan memastikan terlebih dahulu 21 persen data itu, sebarannya dimana saja,” ucapnya.
Ia mengatakan, hal ini penting dilakukan sehingga sasaran dari program dan kegiatan pembangunan yang ditujukan tepat sasaran.
“Jangan sampai kita tidak punya data real dan laksanakan program pembangunan begitu saja atas nama rakyat miskin, tetapi tidak efektif di lapangan dan tidak berhasil dalam menurunkan angka kemiskinan itu. Sehingga kalau diukur akhir tahun atau periodesasi tertentu ternyata persentase tidak turun” papar Bupati Hermus Indou.
Ia menjelaskan, setiap keluarga miskin memiliki variabel kemiskinan. Bila data ini sudah didapatkan, akan memudahkan Pemda untuk menyusun kebijakan dan program pembangunan untuk mengintervensinya.
“Harus diidentifikasi satu persatu penyebab kemiskinan karena apa. apakah tidak memiliki rumah, anak yang tidak sekolah atau masalah kesehatan,” tandasnya.
Penulis : Tesan
Topbnews.com
Berita Lain :