
Manokwari, TopbNews.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Papua Barat mengajukan penambahan dana pada Perubahan APBD 2023 sebesar Rp.106 miliar.
Kepala Disnakertrans Provinsi Papua Barat, Frederik Saidui mengatakan, usulan dana ini peruntukkan bagi pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang berlokasi di Oransbari, Manokwari Selatan, yang membutuhkan total anggaran sebesar Rp.145 miliar.
“Penambahan anggaran yang diusulkan untuk pembangunan BLK senilai Rp.106 miliar karena sejak tahun 2019 hingga 2023 realisasi anggaran baru Rp.39 miliar, sehingga masih kurang Rp.106 miliar. Semoga di Perubahan APBD 2023 dan Induk 2024 bisa ditambah,” ujar Saidui.
Saidui menerangkan, program BLK sangat bermanfaat karena akan menekan angka pengangguran yang cukup tinggi di Papua Barat. Selain itu serapan tenaga kerja juga menekan angka kemiskinan, dalam arti pendapatan keluarga yang meningkat.
“Kalau pendapatannya sudah ada perubahan maka angka kemiskinannya pun sudah mengalami penurunan. Jadi BLK ini harus cepat terealisasi,” terangnya.
Ketua Komisi V Bidang Kesejahteraan Rakyat DPR Papua Barat, Syamsudin Seknun mendukung keberadaaan BLK di Papua Barat yang menjadi pusat pelatihan bagi masyarakat di Papua Barat.
Menurutnya, hadirnya BLK guna menekan angka pengangguran sekaligus sebagai pusat pelatihan dalam memberdayakan anak-anak orang asli Papua dalam dunia kerja.
“Kami Komisi V memberikan dukungan kepada mitra kerja kami untuk penyelesaian BLK. Mengingat angka yang cukup besar sehingga kami minta TAPD dan Pj Gubernur agar tahun 2024 BLK di Papua Barat sudah tuntas sehingga dapat digunakan,” kata Seknun.
Pada kesempatan itu, Seknun juga mempertanyakan BLK yang awalnya dibangun di Sorong, Papua Barat Daya.
“Saya tidak tahu apakah penyerahan P3D aset BLK sudah atau belum setelah Papua Barat Daya terbentuk,” tanyanya.
Untuk diketahui, serapan anggaran pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Papua Barat mencapai 44,72 persen. Dimana dari pagu anggaran sebesar Rp.34.356.960.277 (34 miliar 356 juta 960 ribu 277 ribu) program yang terealisasi, sebesar Rp.15.365.060.784 (15 miliar 365 juta 60 ribu 784 rupiah).
Penulis : Tesan