
Bintuni, TopbNews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Teluk Bintuni mencatat 1.350 Orang Dengan HIV : ODHIV dalam layanan kesehatan hingga April 2026. Angka ini jadi perhatian serius karena HIV/AIDS masih jadi tantangan besar di daerah.
Pengelola Program HIV/AIDS Dinkes Teluk Bintuni, Rudy O. Marisan, jelaskan hingga April 2026 Dinkes sudah periksa 2.507 orang. Dari jumlah itu ditemukan 70 kasus baru positif HIV.
“Kasus baru masih ditemukan. Ini tunjukkan pentingnya pemeriksaan HIV dini agar yang terinfeksi segera dapat pengobatan dan pendampingan,” kata Rudy kepada TopbNews.com, Rabu (24/6/2026).
Dari total kasus tahun ini, 43 pasien sudah mulai terapi antiretroviral (ARV). Pasien lainnya masih proses tindak lanjut dan pendampingan petugas kesehatan.

Menurut Rudy, jumlah ODHIV yang tercatat dalam layanan naik dibanding tahun lalu. Tahun 2025 tercatat 1.251 orang, April 2026 meningkat jadi 1.350 orang.
“Angka ini bukan hanya penambahan kasus, tapi juga gambaran semakin banyak pasien yang terjangkau dan masuk sistem layanan kesehatan,” katanya.
Dinkes Teluk Bintuni terus kejar target nasional pengendalian HIV/AIDS lewat strategi 95-95-95 (ODHIV) tahu statusnya, dapat pengobatan, dan tekan jumlah virus lewat terapi teratur.
Selain pengobatan, Dinkes perluas pemeriksaan HIV ke fasilitas kesehatan di distrik-distrik untuk tingkatkan deteksi dini dan cegah penularan lebih luas.
Rudy akui masih ada tantangan (rendahnya kesadaran) masyarakat periksa, stigma terhadap penderita HIV, dan pasien tidak rutin berobat.
Karena itu Dinkes akan gencarkan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan agar kasus HIV/AIDS ditekan.

“Dengan tahu status lebih awal, pasien bisa segera dapat pengobatan sehingga kualitas hidup tetap baik dan risiko penularan diminimalkan,” tegasnya.
Data Dinkes juga tunjukkan kasus HIV banyak ditemukan pada usia produktif. Kondisi ini jadi perhatian karena berdampak pada kualitas SDM jika tidak ditangani serius lewat edukasi, pemeriksaan rutin, dan kepatuhan berobat.
Dengan 1.350 ODHIV tercatat dalam layanan, Dinkes Teluk Bintuni harap kesadaran masyarakat tes HIV meningkat agar pengendalian HIV/AIDS di daerah lebih efektif. (*)
Penulis : Marthina Marisan