Dibuka Wapres, Muktamar MMP Diharapkan jadi Rumah Perdamaian untuk Papua

Sejumlah pejabat dan tokoh menghadiri pembuakaan Muktamar III MMP di Jayapura, Kamis (9/3).

Jayapura, TopbNews– Wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin membuka Muktamar Muslim Papua (MMP) III secara virtual, di Hotel Suny Abe, Kamis (9/3) malam. Muktamar ini merupakan yang pertama dihadiri enam provinsi di Tanah Papua. Muktamar kali ini mengusung tema, Reposisi Kelembagaan dan Revitalisasi Peran Organisasi dalam Mewujudkan Tujuan MMP.

Kepala Bapenda Papua yang mewakili Plh. Gubernur, Setiyo Wahyudi, dalam sambutannya menyampaikan MMP menjadi rumah bersama, rumah perdamaian untuk Papua.

“Majelis Muslim Papua yang hari ini melaksanakan muktamar ke III tentu perjalanan yang tidak singkat, perjalanan yang panjang dengan dinamikanya,”ujarnya.

“Muktamar ini tepat sekali karena tidak lama lagi dalam tahun ini kita memasuki tahun politik, untuk itu mari kita menjaga perdamaian di tanah Papua, sehingga Majelis Muslim Papua betul betul bisa di wujudnyatakan. Sehingga rumah damai, rumah yang nyaman, tenang ini betul betul bisa dirasakan untuk kita semua,”tegaasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Muktamar III MMP, Latifah Buswarimba Alhamid meyampaikan, dalam usia yang cukup belia MMP terus berusaha mewarnai catatan perjalanannya di Tanah Papua.

“Tidaklah mudah salah satu tantangannya adalah situasi sosial, budaya, hukum dan politik di tanah Papua yang sangat dinamis, secara internal MMP masih terus berusaha mencari bentuk dan melakukan penyesuaian dengan tuntutan zaman,”ungkapnya.

“Maka jelas bahwa MMP ingin menata kembali sekaligus memperkuat organisasi secara internal dengan sejumlah program yang jelas dan nyata menjawab kebutuhan umat, sekaligus memperkuat peran MMP dalam kehidupan sosial kemasyarakatan,”paparnya

MMP III merupakan MMPpertama setelah pembentukan DOB dan para Peserta delegasi Muktamar Muslim Papua III berasal dari 6 provinsi di Papua.(*)

Penulis: Natalia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!