Dian Purnamasari : Pilkada Serentak 2024 Jadi Laboratorium Demokrasi Jurnalis

Ketua PWI Papua Barat, Bustam dan Jurnalis Harian Kompas, Dian Dewi Permatasari saat menyampaikan teori kepada puluhan Wartawan di Manokwari (Foto: Marthina/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Jurnalis Harian Kompas, Dian Dewi Purnamasari menegaskan bahwa tugas seorang jurnalis pada Pilkada serentak tahun 2024 sama halnya seperti laboratorium demokrasi. Artinya, torehan berita dan catatan peliputan seorang jurnalis yang baik maupun yang buruk adalah saksi dan penulis sejarah.

“Kita tahu sendiri bahwa Pilkada serentak akan dilaksanakan di 37 Provinsi dan 508 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia”, katanya.

“Ini mungkin akan menjadi laboratorium demokrasi terbesar. Ini menarik sekali untuk dicatat dalam perjalanan bangsa. Dimana seorang jurnalis adalah salah satu pencatat sejarah. Jadi apapun yang jadi sejarah dan akan ditorehkan dalam tulisan, apakah mau baik atau buruk atau apapun itu, perlu dicatat bahwa kita sebagai saksi dan penulis sejarahnya,” ungkap Dian saat menjadi narasumber dalam kegiatan “Konsolidasi Media Untuk Penguatan Pemberitaan Pada Tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2024” yang digelar Bawaslu baru-baru ini.

Lebih lanjut, Dian menambahkan, Pilkada itu adalah pemilihan umum yang langsung jujur adil. Menurutnya, itu menjadi sirkulasi elit daerah dan ini terkait dengan sistem pemerintahan kita yang sebelumnya sudah desentralistik.

Dikatakan Dian, pemerintah daerah merupakan ujung tombak dalam melayani masyarakat. Oleh karenanya, sangat penting sekali bagi wartawan untuk mengangkat dan mengawal jalannya Pilkada serentak ini karena seperti sudah diketahui bahwa pemilu itu adalah mandat dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

“Nanti di pilkada 27 November 2024 ada suara rakyat sekitar 27 juta lebih yang akan memilih dan menggunakan hak suaranya. Jadi mari kita jurnalis harus mengawal untuk menentukan bagimana nasib daerah kita kedepan,” harap Dian kepada wartawan Papua Barat. (*)

Penulis : Daud Sawen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!