
Sorong, TopbNews.com — Dewan Adat Kerukunan Keluarga Besar Tanimbar (KKBT) Papua Barat Daya menyatakan dan menobatkan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, sebagai bagian dari keluarga besar Tanimbar.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Adat KKBT Papua Barat Daya, Yohanes Lermatin, dalam acara pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) KKBT Papua Barat Daya periode 2026–2031 di Gedung Serbaguna Yonif 762/VYS, Kamis (1/10/2026).
Yohanes mengatakan, penobatan Elisa Kambu sebagai anak Tanimbar didasarkan pada sejumlah pertimbangan, terutama karena Gubernur Papua Barat Daya dinilai memiliki perhatian terhadap adat dan budaya, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
“Atas nama Dewan Adat yang adalah satu kesatuan dari komunitas KKBT yang berada di Provinsi Papua Barat Daya, pada momentum ini kami menyatakan penobatan Bapak Elisa Kambu sebagai anak Tanimbar”, ujar Yohanes dalam sambutannya.
Ia juga menyebut Elisa Kambu sebagai sosok yang bijaksana dan adil serta tidak berpihak kepada kelompok tertentu.
“Penobatan Bapak sebagai anak Tanimbar didasarkan pertimbangan bahwa Bapak Elisa Kambu, sebagai Gubernur Provinsi Papua Barat Daya adalah anak adat yang sangat menghargai adat dan budaya, berani demi kebenaran, berwibawa, peduli sama yang lemah, bijaksana, adil karena tidak berpihak pada satu kelompok mana pun”, katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yohanes mengatakan, keluarga besar Tanimbar siap mendukung upaya pemerintah dalam membangun Papua Barat Daya agar semakin maju dan bermartabat.

“Pada kesempatan ini, kami menyatakan senantiasa selalu mendukung tugas-tugas dan tanggung jawab Bapak selaku Gubernur Provinsi Papua Barat Daya untuk membangun Provinsi Papua Barat Daya agar maju dan bermartabat”, tegasnya.
Yohanes juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Elisa Kambu yang hadir dalam acara pelantikan sekaligus melantik kepengurusan DPW KKBT Papua Barat Daya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Tanimbar untuk menjadikan momentum pelantikan sebagai sarana memperkuat hubungan kekeluargaan sekaligus memperkenalkan adat, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Tanimbar kepada masyarakat Papua Barat Daya.
Menurutnya, keberadaan KKBT merupakan bagian dari keberagaman masyarakat di Papua Barat Daya yang perlu terus membangun komunikasi, kebersamaan, dan hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. (*)
Penulis : Rian Lahindah