Datangi Kantor Walikota, Ratusan Honorer Pertanyakan Nasib Mereka

Ratusan tenaga kerja honorer Kota Jayapura mendatangi kantor Walikota mempertanyakan nasib mereka. (Foto: Natalia/ TopbNews.com)

Jayapura, TopbNews- Ratusan tenaga kerja honorer yang tergabung dalam Aliansi Honorer Kota Jayapura mendatangi Kantor Walikota Jayapura, Selasa (19/4) siang. Kedatangan massa ini untuk menanyakan nasib mereka.

mostbet

Massa yang telah berkumpul sejak pagi di sekitar kantor walikota, dengan sabar menanti kedatangan Walikota Jayapura, Frans Pekey yang pada saat bersamaan tengah meninjau sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Jayapura.

Ketua Aliansi Honorer Kota Jayapura, Jektinus Sampari, mengatakan aksi mereka untuk mempertanyakan kejelasan nasib para honorer. “Berkas-berkas kami sudah dikirim ke Jakarta tapi sampai sekarang belum mendapatkan hasilnya,” katanya sembari berharap segera ada kejelasan agar mereka bisa bekerja lebih baik.  

Semenara itu, Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey  didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Robby Kepas Awi dan kepala Dinas Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jayapura Robert J Betaubun menjelaskan berkas dari pusat di sejumlah daerah di Papua memang sudah keluar. Sesuai mekanisme, jelas Frans, berkas dari Kota Jayapura telah divalidasi dan diverifikasi di tingkat daerah oleh Kanreg IX dan BPKP.

“Sudah dikirim ke Menpan RB untuk diverifikasi dan divalidasi ulang. Kemudian ada juga surat pertanggungjawaban mutlak yang sudah  saya tandatangani. Nah, sekarang kita lagi menunggu verifikasi validasi oleh kementrian PANRB ,” jelas Frans kepada massa sembari meminta para honorer bisa bekerja kembali secara maksimal di tempat tugas mereka.

Pj. Walikota Jayapura, Frans Pekey didampingi Plt. Sekda Kota Jayapura dan Kadis Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jayapura saat menemui massa. (Foto: Natalia/TopbNews.com)

Hal lain ungkap Frans, jumlah honorer di Kota Jayapura yang melebihi kuota. Menurut dia, kuota honorer yang didapat sebenarnya adalah 1.200 orang. Namun berdasarkan data, jumlah honorer saat ini adalah 3.000 orang. “Saya sudah menyurat agar 3.000 ini diangkat semua. Tapi kembali ke pemerintah pusat untuk mempertimbangkannya,” tutur Frans. (*)

Penulis: Natalia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!