
Sorong, TopbNews.com – Mantan Pj Sekda Provinsi Papua Barat Dance Sangkek, mendaftaran diri sebagai Bakal Calon Walikota Sorong pada partai politik yang telah membuka pendaftaran.
Tak tanggung-tanggung dalam sehari, Dance Sangkek langsung menyambangi dua partai politik sekaligus.
Parpol pertama yang dikunjungi Sangkek yaitu Perindo Kota Sorong. Ia disambut Ketua Muhammad Rahayamtel didampingi pengurus lainnya di Sekretariat Perindo Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (24/4).
Dalam sambutannya, Rahayamtel mengatakan, Dance Sangkek adalah Bakal Calon Wali Kota pertama yang mengembalikan berkas pendaftaran.
Selanjutnya, akan dilakukan proses seleksi sesuai prosedur dan menjadi usulan ke DPP Perindo.
“Kami harap dengan pendaftaran ini akan menghasilkan pemimpin yang baik. Mari kita mulai dari Perindo. Jangan ada sukuisme, rasisme juga agamisme tapi mari bangun Sorong ini menjadi kota paling maju di Tanah Papua. Pemimpin bukan maju untuk dirinya sendiri, bukan pimpinan golongan tertentu tapi untuk semua golongan”, katanya.
“Kami yakin bahwa Bapak Dance ini orang yang nasionalis, yang bisa merangkul semua golongan dan mudah-mudahan nanti bisa memperoleh rekomendasi dari DPP”, sambungnya menambahkan.
Selepas Perindo, Kepala Bappeda Provinsi Papua Barat ini bergerak menuju Sekretariat DPD Partai Demokrat Kota Sorong yang berlokasi di kompleks Moyo Km13. Kedatangannya disambut pengalungan noken oleh pengurus DPC Demokrat.
Dance Sangkek mengatakan, ikhtiar yang dilakukan olehnya adalah dengan mendaftar ke parpol yang membuka peluang untuk mendaftar.
“Entah siapa yang nanti mengantongi rekomendasi adalah yang terbaik, tapi jangan juga masyarakat kita disuguhkan memilih kucing dalam karung. Yang tidak diketahui track recordnya. Jangan gara-gara NPWP, Nomor Piro, Wani Piro kita salah memilih pemimpin kita lima tahun kedepan”, ujarnya.
Dance menambahkan, 33 tahun dan paripurna sebagai ASN yang mengabdi di 3 Provinsi membuatnya harus kembali membangun kampung halamannya yang penuh dengan dinamika sosial, ekonomi, politik dan budaya.
“Dengan satu harapan timsel dapat membedah secara baik, mengidentifikasi semua dokumen yang ada. Mengamati secara demokrasi dan struktural secara objektif. Kita ada dirumah persatuan Indonesia dan rumah demokrasi untuk ada ditujuan itu dan mengakomodir keberagaman itu, maka perlu sosok yang dapat merangkul semua”, harap Dance.
“Mari kita sama-sama berdemokrasi, kita sudahi pola-pola kerja di waktu yang lalu. Sekarang semua transparan, terbuka dan keterbukaan itu menjadi kebutuhan kita hari ini. Apalagi kita mau jadi pemimpin, semua harus diawali keterbukaan”, katanya.
Ia mengajak semua masyarakat untuk berpesta demokrasi dengan Bahagia, tanpa membawa politik identitas suku atau agama.
“Stop dengan politik dikotomi, suku-suku, sedikit primordial, kita sudahi karena kita tidak lagi sendiri. Demokrasi ini merajut keberagaman untuk menuju hal-hal yang besar bagi kita sehingga jangan sampai kita bermusuhan gara-gara pesta demokrasi”, pesannya.
Perindo dan Demokrat sendiri menjadi partai ketiga dan keempat ia mendaftar. Dirinya berharap mendapatkan rekomendasi, setelah sebelumnya mendaftarkan diri di PAN dan PKS. (*/Red)