
Manokwari, TopbNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Rendani Manokwari menyampaikan kondisi cuaca dan iklim di wilayah Manokwari pada Januari 2026 cenderung berawan hingga hujan ringan sampai sedang.
Kepala Stasiun Meteorologi Rendani Manokwari, Cipta Utama, menjelaskan hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi adanya gangguan atmosfer di wilayah selatan Indonesia, khususnya di sekitar Laut Arafura. Gangguan tersebut sempat memicu terbentuknya bibit siklon yang menarik massa udara basah ke wilayah Papua Barat, termasuk Manokwari.
“Beberapa minggu lalu memang ada gangguan atmosfer di selatan Indonesia, di sekitar Laut Arafura, sehingga udara basah tertarik ke wilayah Manokwari,” ujar Cipta Utama, Rabu (14/1/2026).
Selain faktor regional, kondisi cuaca di Manokwari juga sangat dipengaruhi oleh faktor lokal, terutama kondisi geografis wilayah yang didominasi perbukitan dan pegunungan. Hal ini menyebabkan perubahan cuaca dapat terjadi secara tiba-tiba, baik pada musim hujan maupun musim kemarau.
BMKG mencatat, pada awal tahun 2026 ini tidak terdapat peningkatan curah hujan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Potensi peningkatan curah hujan diperkirakan baru akan terjadi pada pertengahan tahun, khususnya sekitar bulan Juni hingga Juli, dan lebih dominan di wilayah Pegunungan Arfak.
Untuk kondisi kelautan, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai gelombang di wilayah utara Manokwari. Berdasarkan prakiraan, tinggi gelombang di wilayah tersebut dapat mencapai 0,5 hingga 2 meter, sehingga nelayan tradisional diminta untuk lebih berhati-hati. Sementara itu, kondisi gelombang di wilayah Teluk Wondama terpantau tidak terlalu signifikan.
“Wilayah yang perlu diwaspadai terutama di bagian utara Manokwari. Untuk nelayan tradisional, kami minta agar memperhatikan kondisi gelombang sebelum melaut,” ujarnya.
BMKG juga menyampaikan prakiraan cuaca untuk sepekan ke depan di wilayah Manokwari yang diperkirakan masih didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan. Hujan lebat yang terjadi secara tiba-tiba umumnya disebabkan oleh pengaruh lokal.
Terkait potensi bencana, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pegunungan agar menghindari daerah lereng saat hujan sedang hingga lebat karena berpotensi menimbulkan longsor. Sementara itu, masyarakat di wilayah perkotaan diminta tidak membuang sampah sembarangan untuk mencegah terjadinya genangan air.
Bagi masyarakat pesisir, BMKG mengingatkan agar menghindari aktivitas melaut sementara waktu jika terjadi angin kencang dan gelombang tinggi. BMKG memastikan kesiapan dalam memberikan informasi cuaca dan peringatan dini kepada masyarakat.
Sebagai sumber informasi resmi, masyarakat diimbau untuk mengunduh aplikasi Info BMKG atau mengikuti akun media sosial Instagram @bmkg_manokwari guna memperoleh informasi cuaca yang valid dan terpercaya. (TOP-04)