
Manokwari, TopbNews.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyoroti pentingnya integritas, kedisiplinan, serta komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Hal ini disampaikan kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari saat memimpin apel gabungan, Senin (2/6).
“Menjadi pejabat dan aparatur pemerintah adalah berkat dan anugerah besar dari Tuhan serta merupakan kepercayaan dari negara dan masyarakat. Jangan sia-siakan kepercayaan ini”, tegas Bupati Hermus.
Dalam arahannya, Hermus Indou mengkritisi rendahnya tingkat kehadiran sebagian pegawai yang menurutnya mencerminkan kurangnya penghormatan terhadap tanggung jawab sebagai ASN.
“Kalau hanya untuk hadir saja tidak bisa, bagaimana bisa menjalankan tugas? Saya minta tim dibentuk untuk memantau dan menilai kehadiran setiap hari”, ungkapnya.
Hermus mengatakan, APBD Kabupaten Manokwari yang mencapai hampir Lima Ratus Miliar Rupiah, sebagian besar justru digunakan untuk membiayai pegawai, bukan langsung kepada masyarakat, karena itu setiap pegawai wajib bekerja maksimal demi pelayanan publik yang optimal.
Terkait evaluasi kinerja, Hermus menegaskan bahwa keberhasilan kepala daerah sangat bergantung pada performa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan setiap ASN di dalamnya.
Dirinya juga mengapresiasi OPD dan pegawai yang telah menunjukkan kinerja positif selama enam bulan terakhir.
“Jangan jadi pegawai yang hanya bisa mengkritik tapi tidak pernah mengoreksi diri sendiri. Kita harus serius dalam bekerja”, tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hermus juga menyinggung pergeseran APBD 2025 yang dilakukan sebagai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran nasional.
Bupati Manokwari ini mengakui bahwa ada pemangkasan sejumlah anggaran, termasuk perjalanan dinas dan kegiatan non-produktif yang bahkan hingga kini, Pemda belum bisa merealisasikan gaji tenaga honorer karena belum ada kepastian hukum dan regulasi dari pemerintah pusat.
“Saya mohon semua pihak bersabar dan tidak terprovokasi. Ini adalah kebijakan nasional, bukan hanya terjadi di Manokwari”, ujar Hermus.
Terkait pelaksanaan program 100 hari kerja pasangan Hero (Hermus-Mugiono), Bupati meminta seluruh ASN mendukung dengan semangat dan keseriusan tinggi. Ia menargetkan beberapa regulasi daerah harus segera diluncurkan, terutama dalam mendukung penerimaan siswa baru dan pelayanan kesehatan tanpa pungutan biaya.
Bupati Hermus mengingatkan, bahwa pelaksanaan APBD 2025 dan program strategis harus tetap berjalan tanpa hambatan termasuk pembangunan fasilitas di kawasan Borobudur, meski menghadapi tantangan dari berbagai pihak, termasuk LSM dan aktor politik lokal.
Di akhir arahannya, Bupati Hermus menegaskan netralitas ASN dalam menghadapi Pilkada 2024. Ia meminta agar pelayanan publik tidak dipengaruhi kepentingan politik praktis dan seluruh aparatur harus bersikap netral demi menjaga kepercayaan masyarakat.
“Setelah Pilkada, kita adalah pemerintah untuk semua rakyat. Jangan ada yang mengorbankan masyarakat demi kepentingan kelompok”, tuturnya.
Hermus juga menyinggung percepatan penyelesaian administrasi ganti rugi lahan untuk pembangunan Ibukota Provinsi Papua Barat, dan memastikan proses berjalan dengan adil dan sesuai janji kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manokwari secara simbolis menyerahkan sepuluh kendaraan roda dua kepada beberapa kepala kampung, mewakili 164 penerima tahun ini.

“Saya harap motor ini digunakan untuk kepentingan pelayanan, bukan untuk hal-hal negatif. Jangan sampai jadi korban alkohol dan ugal-ugalan,” pungkasnya. (*)
Penulis : Marthina Marisan