Bupati Hermus Serukan Persatuan di Mubes Kei: Demokrasi Harus Dijaga, Kerukunan Tak Boleh Retak

Manokwari, TopbNews.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou, kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan.

mostbet

Pesan itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-IV Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (24/1).

Dalam forum tersebut, Hermus menegaskan bahwa keberagaman yang ada di Tanah Papua, termasuk di Manokwari, merupakan kekayaan sosial yang harus dirawat, bukan dipertentangkan.

Ia menyebut perbedaan suku, budaya, dan latar belakang sebagai anugerah yang semestinya memperkuat rasa persaudaraan.

Menurutnya, hubungan antar masyarakat harus dibangun di atas sikap saling menghargai. Ia menolak pandangan yang menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh atau bermusuhan.

Bupati juga menggambarkan Indonesia sebagai satu kesatuan yang tidak boleh dirusak oleh ego kelompok. Ia menekankan bahwa seluruh warga memiliki tanggung jawab moral menjaga suasana damai agar kehidupan bersama tetap harmonis.

“Negara ini milik kita bersama. Karena itu, rasa aman, nyaman, dan saling menghormati harus menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat”, ujarnya.

Lebih jauh, Hermus menilai peran keluarga dan komunitas sangat menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat yang solid dan kondisi sosial yang stabil.

Ia juga menyoroti pentingnya kedewasaan dalam berdemokrasi. Masyarakat diminta menghormati hasil pemilihan dan memberi dukungan kepada pemimpin yang terpilih secara sah.

“Pemimpin yang lahir dari proses demokrasi membawa amanah rakyat. Dukungan masyarakat menjadi kunci agar pemerintahan berjalan efektif”, tegasnya.

Tak hanya itu, Hermus turut mendorong pembenahan aturan organisasi kemasyarakatan. Ia menilai regulasi yang jelas sangat penting agar proses pemilihan dalam lembaga sosial berlangsung tertib dan tidak menimbulkan konflik.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat terus menjaga suasana rukun, aktif berorganisasi secara damai, serta mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.

“Setiap orang punya tanggung jawab menjaga kehidupan sosial tetap seimbang. Karena itu, pilih dan dukung pemimpin yang benar-benar bekerja untuk kesejahteraan masyarakat”, pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Mubes, Aloysius Tawurutubun, menjelaskan bahwa pemilihan dalam forum tersebut menggunakan prinsip one man one vote, dimana setiap peserta memiliki satu hak suara.

Berdasarkan pendataan panitia, jumlah warga Kei di Manokwari diperkirakan mencapai sekitar 2.700 orang. Namun, peserta yang telah terdaftar dan memenuhi syarat sebagai pemilih dalam Mubes kali ini berjumlah kurang lebih 1.000 orang. Hak suara diberikan kepada peserta berusia minimal 17 tahun.

Para pemilih datang dari berbagai wilayah, mulai dari Warim hingga Derat, untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi organisasi tersebut. Sistem pemungutan suara dirancang menyerupai mekanisme pemilu.

Setiap pemilih menerima surat suara sesuai daftar hadir, kemudian melakukan pencoblosan di bilik suara yang telah disediakan.

Setelah menentukan pilihan, surat suara dimasukkan ke kotak yang telah disiapkan. Sebagai tanda telah menggunakan hak pilih, jari pemilih dicelupkan ke tinta. Pemilihan dijadwalkan berlangsung dalam satu hari. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!