
Manokwari, TopbNews.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou meminta seluruh masyarakat untuk Memaknai Momentum Hari Jadi Kabupaten Manokwari, sebagai Ungkapan Syukur atas Karya Besar dan Kebaikan Tuhan.
“Jadi HUT yang ke-125 ini tentunya mengingatkan kita kembali betapa baiknya Tuhan memberikan daerah ini untuk kita untuk kelangsungan hidup kita. Jadi dalam momentum kegiatan ini mari kita bersyukur Kepada Tuhan”, ungkap Hermus kepada awak media, Rabu (8/11).
Bupati Hermus menambahkan, walaupun dalam kepemimpinnya bersama Wakil belum banyak membuahkan hasil namun pihaknya akan terus berupaya dengan SDM yang terbatas namun terus dioptimalkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hermus menjelaskan, dalam tiga tahun kepemimpinannya, beberapa program yang paling diutamakan adalah pelayanan dan jaminan kesehatan setiap tahunnya. Disisi lain, aspek infrastruktur pemerintah daerah yang tidak hanya membangun di kota tetapi pembangunan juga dilakukan ke kampung-kampung hingga menyediakan air bersih dan juga listrik.
“Kami juga mengedepankan Persoalan kemiskinan Ekstrem sebesar 19% yang mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah stunting, namun pemerintah daerah akan terus berupaya berantas stunting dari hulu hingga ke hilir”, ujarnya.
Kedepan, Pemda kata Bupati akan semakin memperkuat ekonomi masyarakat dengan kehadiran UMKM dari pangan hingga non pangan berjumlah seribu lebih yang tersebar di Manokwari yang terus berkontribusi bagi daerah.
Selanjutnya, pada sektor pertanian dengan memberikan upaya memproteksi lahan-ahan pertanian berkelanjutan dengan menjaga kearifan lokal sehingga tidak terjadi kepunahan pada pangan lokal dan pencemaran lingkungan akibat penambangan liar.
“Ekonomi hijaupun akan terus kami ditingkatkan yakni produksi Kelapa Sawit dan juga Kakao serta tanaman hijau lainnya, sehingga Kabupaten Manokwari mampu bersaing dengan daerah lainnya”, tegas Bupati Hermus.
Adapun hambatan penanganan tambang ilegal yang dialami oleh pemerintah daerah adalah Intervensi banyaknya pihak yang menggunakan kapasitas sebagai perangkat negara untuk memback-up aktifitas penambangan liar.
“Jadi kami yang kecil ini mau bicara juga susah masuk”, ungkapnya.
Bupati Hermus menyampaikan, langkah strategis yang akan diambil pemerintah yakni melakukan advokasi kepada masyarakat terkait dampak kerusakan yang terjadi sehingga dapat meningkatkan kesadaran bagi masyarakat terhadap dampak yang akan ditinggalkan bagi generasi selanjutnya. (*)
Penulis : Hengki/Marthina