
Wasior, TopbNews.com – Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri, menegaskan bahwa persiapan perayaan 1 abad nubuatan Pdt I.S. Kijne yang akan berlangsung pada 25 Oktober 2025 terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga akhir September, persiapan telah mencapai sekitar 75 persen, dan ditargetkan rampung sepenuhnya sebelum 20 Oktober.
“Pemda turut menyiapkan dukungan transportasi darat maupun laut, termasuk fasilitas penunjang lain agar semua berjalan lancar. Target kami, sebelum tanggal 20 Oktober semua persiapan sudah bisa mencapai 90–100 persen”, ungkap Bupati Auri.
Menurutnya, perayaan akbar ini bukan hanya milik masyarakat Teluk Wondama, melainkan juga momentum iman dan sejarah bagi seluruh warga Papua Barat serta Tanah Papua.
Nubuatan Pdt I.S. Kijne yang disampaikan di Tanah Roon, Teluk Wondama, pada 1925, menjadi pijakan penting kebangkitan rohani, pendidikan, dan semangat kemajuan masyarakat Papua hingga saat ini.
“Perayaan 1 abad nubuatan Pdt I.S. Kijne adalah momentum iman yang penting. Mari kita sama-sama berdoa, mempersiapkan diri, dan berpartisipasi, supaya perayaan ini memberi makna dan semangat baru bagi kita semua”, tegasnya.
Bupati Auri menambahkan, selain pembangunan fisik, dukungan jemaat dan panitia yang ditunjuk oleh sinode dan gereja terus dimatangkan untuk memastikan penyambutan ribuan tamu yang akan hadir.
Para tamu tersebut tidak hanya berasal dari Papua Barat, tetapi juga dari Tanah Papua bahkan luar daerah.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bergandengan tangan menciptakan suasana aman dan damai menjelang perayaan bersejarah tersebut.
“Perayaan ini bukan hanya untuk Teluk Wondama, tetapi milik seluruh masyarakat Papua. Karena itu, mari kita dukung panitia, menjaga ketertiban, dan memastikan semuanya berjalan dengan baik”, tutur Auri.
Dengan progres persiapan yang telah mencapai 75 persen dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Bupati Elysa Auri optimis perayaan bersejarah 1 abad nubuatan Pdt I.S. Kijne akan terlaksana dengan sukses, menjadi sumber kebanggaan, serta memperkuat ikatan iman dan persaudaraan masyarakat Papua. (*)
Penulis : Marthina Marisan