Buka Raker Bupati dan RPJMD 2025–2029, Gubernur Ingatkan Kemiskinan dan Pengangguran Tantangan Besar

Manokwari, TopbNews.com – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja (Raker) Bupati se-Papua Barat dan Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua Barat Tahun 2025–2029 di Gedung Auditorium PKK Provinsi Papua Barat, Selasa (22/4).

Acara yang mengusung tema “Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah Menuju Papua Barat yang Aman, Sejahtera, Bermartabat, dan Mandiri” ini menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.

Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus menegaskan pentingnya dokumen RPJMD sebagai landasan utama perencanaan pembangunan lima tahun ke depan.

“Sebagai Gubernur terpilih periode 2025–2029, saya bersama Wakil Gubernur berkomitmen untuk menjalankan amanah rakyat sebaik-baiknya. Visi yang kami usung adalah mewujudkan Papua Barat yang aman, sejahtera, bermartabat, dan mandiri”, ujarnya.

Gubernur kemudian menguraikan makna dari visi tersebut, mulai dari pentingnya harmoni sosial untuk menciptakan keamanan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui ekonomi berbasis lokal, pemerintahan yang bersih, dan kemandirian masyarakat.

Untuk mewujudkan visi besar tersebut, telah ditetapkan tujuh misi pembangunan daerah, di antaranya peningkatan layanan dasar, penguatan daya saing ekonomi, pembangunan infrastruktur, hingga optimalisasi pelaksanaan Otonomi Khusus untuk kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP).

Dominggus juga menyampaikan capaian dan tantangan pembangunan Papua Barat.

“IPM kita naik menjadi 67,69 di tahun 2024, menunjukkan progres positif. Namun angka kemiskinan dan pengangguran masih jadi tantangan yang perlu kita atasi bersama. Karena itu, konsultasi publik ini penting agar dokumen RPJMD yang disusun benar-benar partisipatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat”, kata Gubernur.

Ia menekankan bahwa penyusunan RPJMD harus sejalan dengan RPJMN 2025–2029 serta memperhatikan karakteristik dan kearifan lokal Papua Barat. Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi dan kabupaten juga menyepakati sejumlah program prioritas strategis bersama.

Mengakhiri sambutannya, Dominggus menyerukan lima arahan penting kepada seluruh pemangku kepentingan, antara lain:

  1. Komitmen seluruh perangkat daerah menyusun program prioritas sesuai visi-misi pembangunan;
  2. Mendorong partisipasi masyarakat dan transparansi dalam perencanaan dan evaluasi;
  3. Optimalisasi pelaksanaan Otsus untuk percepatan pembangunan OAP;
  4. Pemanfaatan teknologi informasi dalam seluruh proses pembangunan;
  5. Integrasi nilai-nilai adat dan budaya dalam kebijakan pembangunan.

“Dengan semangat kebersamaan, mari kita sukseskan penyusunan RPJMD 2025–2029 demi mewujudkan Papua Barat yang lebih aman, sejahtera, bermartabat, dan mandiri,” tutup Gubernur Dominggus. (*).

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!