Buka Puasa Bersama Wartawan, Danrem 182/Jazira Onim Ingatkan Bahaya Hoaks di Tengah Isu Konflik Global

Teluk Bintuni, TopbNews.com – Momentum buka puasa bersama dimanfaatkan Komandan Korem (Danrem) 182/Jazira Onim, Irwan Budiana, untuk mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap arus informasi yang berkembang pesat di tengah masyarakat.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut digelar bersama prajurit TNI dan insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Teluk Bintuni di wilayah Kodim 1806 Teluk Bintuni, Kamis (12/3/2026) malam.

Dalam arahannya, Kolonel Inf Irwan Budiana menekankan bahwa derasnya arus informasi di era digital menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam memilah berita yang beredar, terutama yang berkaitan dengan situasi nasional maupun isu global.

Ia mencontohkan berbagai pemberitaan terkait konflik internasional seperti ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, Israel dan Palestina yang kerap muncul dari berbagai sudut pandang dan belum tentu seluruhnya dapat dipastikan kebenarannya.

“Banyak berita yang beredar, namun tidak semuanya valid. Karena itu kita harus cermat mengikuti perkembangan informasi dan berpegang pada sumber berita yang dapat dipercaya”, ujar Kolonel Irwan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wartawan serta komunitas intelijen di Teluk Bintuni yang selama ini dinilai berperan dalam menjaga stabilitas informasi dan situasi keamanan daerah.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan informasi di tengah masyarakat.

Karena itu ia mengingatkan semua pihak agar tidak ikut memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kita harus berada pada posisi yang menguatkan dan menjaga ketentraman masyarakat. Jangan sampai situasi yang sudah kondusif justru diperkeruh dengan informasi yang tidak bertanggung jawab”, tegasnya.

Selain membahas persoalan informasi, Danrem juga menyinggung berbagai program pemerintah yang saat ini turut dijalankan oleh TNI, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga program pemberdayaan masyarakat di wilayah Papua Barat.

Ia menyadari setiap kebijakan pemerintah kerap memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Namun menurutnya, kritik yang disampaikan harus dipandang sebagai bentuk perhatian agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik.

“Kritik adalah bentuk perhatian terhadap pekerjaan kita. Jika memang kritik itu benar, maka kita harus introspeksi dan memperbaikinya”, katanya.

Danrem juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan media untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan di wilayah Papua Barat, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni.

“Semoga Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan bagi kita semua dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara”, Pungkasnya. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!