
Manokwari, TopbNews.com – Komitmen untuk memperkuat pelestarian lingkungan dan pengembangan ilmu pengetahuan lokal kembali ditegaskan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Yayasan WWF Indonesia dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat. Acara penandatanganan berlangsung di Kantor BRIDA Provinsi Papua Barat, Manokwari.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara WWF Indonesia dan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi riset dan inovasi untuk mendukung penguatan solusi iklim berbasis alam, pengelolaan bentang alam dan laut, serta pelestarian biodiversitas.
Perjanjian ini berlaku selama lima tahun ke depan, sejak ditandatangani oleh Kepala BRIDA Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun dan Muhammad Ali Imron, Forest & Wildlife Program Director WWF Indonesia.
Muhammad Ali Imron menyampaikan bahwa WWF Indonesia senantiasa menjadikan sains sebagai landasan utama dalam pelaksanaan konservasi dan advokasi.

Ia berharap kerja sama ini dapat mendorong hasil-hasil ilmiah untuk berkontribusi dalam perumusan kebijakan daerah, khususnya dalam tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
“Kemitraan ini penting untuk memastikan bahwa pengelolaan alam di Papua Barat berjalan dengan prinsip-prinsip kelestarian dan didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat”, ujar Imron, Selasa (29/7).
Senada dengan itu, Charlie D. Heatubun menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam membangun kemitraan jangka menengah dan panjang. Menurutnya, kolaborasi riset ini tidak hanya penting untuk konservasi, tetapi juga untuk pembangunan berkelanjutan yang berpijak pada kebutuhan daerah, data ilmiah, dan kearifan lokal.
“Kami ingin memastikan bahwa riset dan inovasi benar-benar memberi manfaat nyata dalam merancang kebijakan dan program pembangunan daerah”, jelasnya.
PKS ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menjawab tantangan perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan degradasi lingkungan melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi inklusif.
Dengan adanya kerja sama ini, Papua Barat kembali menunjukkan komitmennya sebagai provinsi konservasi yang mengutamakan pelestarian lingkungan hidup sejalan dengan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilanberkeadilan. (*/red)