
Bintuni, TopbNews.com – Laut dan jarak tempuh tak menghalangi tim medis menyapa masyarakat pesisir. Melalui Kapal Bintuni Sehat, dokter dan nakes menyambangi Kampung Yakati, Distrik Wamesa, dan Kampung Sara, Distrik Kaitaro, 13–17 Agustus 2026.
Kegiatan ini bagian dari peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 dan HUT ke-81 RI yang digagas IDI Cabang Teluk Bintuni bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni.
Berangkat dari Bintuni, 13 Agustus, tim menempuh 6 jam menuju Yakati. Pelayanan kemudian dilanjutkan ke Sara.
Tak hanya dokter umum, tim diperkuat dokter spesialis anak, jantung, paru, saraf, bedah, bedah onkologi, kebidanan, dan anestesi. Keterbatasan fasilitas membuat sejumlah tindakan medis dilakukan langsung di atas kapal.
Hasilnya, di Yakati 3 pasien operasi tumor jinak dan 1 hernia. Di Sara, 5 pasien operasi tumor jinak dan 1 hernia.
Untuk kesehatan mata, 23 warga Yakati dan 15 warga Kaitaro diperiksa dan mendapat kacamata gratis.
Ketua IDI Cabang Teluk Bintuni, dr. Wiendo Syahputra Yahya mengatakan kegiatan ini untuk mendekatkan layanan ke warga yang terkendala geografis.

Dari kunjungan ini ditemukan sejumlah persoalan kesehatan. Pada anak dan remaja banyak kasus infeksi jamur kulit dan ISPA. Juga ditemukan TBC kelenjar, penyakit jantung, gizi buruk hingga stunting.
Temuan paling krusial, 49 warga Yakati dan Sara teridentifikasi terduga TBC paru. Sampel dahak telah diambil untuk pemeriksaan lanjutan di RSUD Teluk Bintuni.
Layanan ibu hamil juga dilakukan. 9 ibu hamil di Yakati dan 3 di Sara diperiksa. Hasilnya ditemukan indikasi anemia kehamilan yang butuh pemantauan. Layanan neurologi mencatat keluhan nyeri tulang belakang, rematik, pasca stroke hingga sakit kepala.
Selama 4 hari, tim memberikan imunisasi, pemeriksaan dasar, edukasi, layanan spesialis, operasi, hingga rujukan.
“Bagi kami, masyarakat tidak seharusnya menempuh perjalanan jauh untuk berobat. Di wilayah seperti Bintuni, pelayanan yang harus bergerak mendekati warga,” ujar dr. Wiendo.
Kapal Bintuni Sehat kini bukan hanya alat transportasi. Ia menjadi simbol perluasan akses kesehatan bagi warga pesisir.
Di tengah luasnya perairan Bintuni, misi ini membawa pesan “kemerdekaan juga berarti menghadirkan kesempatan setara untuk sehat”. (*)
Penulis: Marthina Marisan