Bidik Rekor MURI, 2.000 Penari Tamborin Bakal Guncang Manokwari

Manokwari, TopbNews.com – SMA Negeri 2 Manokwari menggelar latihan rutin tari tamborin sebagai bagian dari persiapan menyambut perayaan Hari Masuknya Injil di Tanah Papua.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pawai dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang akan dilaksanakan pada 4 Februari 2026.

Kepala SMA Negeri 2 Manokwari, Baik Bangun, mengatakan latihan tari tamborin tersebut merupakan gagasan bersama Yayasan Sejahtera Indonesia Barokah dari Surabaya dan Yayasan Terang Papua di Manokwari.

Kegiatan ini dikemas secara kolosal dengan melibatkan sekitar 2.000 penari dari berbagai denominasi gereja serta sejumlah sekolah di Manokwari.

Diharapkan, ini bisa meraih Rekor MURI dengan kategori Penari Tamborin terbanyak.

“Ini dalam rangka menyambut Hari Masuknya Injil di Tanah Papua pada 5 Februari. Pelaksanaannya sendiri dilakukan pada 4 Februari, dimulai dari sekitar depan Golkar hingga ke Borasi sambil melakukan tarian penyembahan yang diiringi puji-pujian dan KKR”, jelas Baik Bangun.

Ia menyampaikan, SMA Negeri 2 Manokwari menyiapkan sekitar 500 siswa beragama Kristen untuk terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan esensi kurikulum yang mendorong pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter dan kerohanian siswa. Anak-anak diarahkan untuk terlibat dalam kegiatan positif, dipantau dan dibimbing oleh guru, serta ditanamkan nilai-nilai keagamaan melalui unsur teologis dalam tarian”, ujarnya.

Baik Bangun menambahkan, latihan telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir di beberapa titik karena membutuhkan area yang luas, salah satunya di SMA Negeri 2 Manokwari.

Seluruh perlengkapan tamborin yang digunakan telah difasilitasi oleh panitia. Pihak sekolah juga masih akan berkoordinasi dengan panitia HUT Pekabaran Injil terkait keterlibatan lanjutan pada perayaan puncak 5 Februari 2026.

Sementara itu, Leader Tamborin SMA Negeri 2 Manokwari, Hadasa Yumame, mengatakan timnya terus mematangkan gerakan dan lagu yang akan ditampilkan dalam pawai maupun KKR. Pawai direncanakan menempuh jarak sekitar tiga kilometer dari GOR Sanggeng menuju Borarsi.

“Untuk pawai nanti, kami menyiapkan sekitar 20 gerakan dengan lima lagu. Sesampainya di Borarsi, seluruh penari yang berjumlah sekitar 2.000 orang akan menampilkan tarian penyembahan dengan kurang lebih 30 gerakan dan sembilan lagu”, ungkap Hadasa.

Ia mengaku bangga sekaligus senang dipercaya sebagai leader dalam kegiatan tersebut, meskipun di sisi lain harus menghadapi tantangan fisik selama proses latihan.

“Perasaannya sangat senang karena dipercaya menjadi leader, walaupun capek karena harus mengajar terus-menerus. Tapi ini jadi pengalaman yang sangat berharga”, pungkasnya. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!