Bertus Asso Dedikasikan Buku Huruf Bung Karno bagi Generasi Papua

Bertus Asso – Penulis Buku : Huruf Bung Karno ( foto : NatYo / TopbNews.com )

Jayapura, TopbNews.com – Kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di Tanah Papua bahkan Indonesia patutlah diacungi jempol.

Dialah Bertus Asso, penulis buku Huruf Bung Karno yang mendedikasikan tulisannya bagi dunia pendidikan di Indonesia dan Khususnya Tanah Papua.

Melalui riset yang dilakukannya ke beberapa situs bung karno di Indonesia inilah yang membuat Bertus tergerak menulis bukunya ‘Huruf Bung Karno’.

Menurut Bertus, Huruf masuk dalam sebuah situs bersejarah, karena setelah Indonesia merdeka tahun 1945 hampir sebagian masyarakat Indonesia belum bisa menulis dan membaca.

“Dari sekian banyak situs ada salah satu situs yang belum dibuat yakni situs huruf. Saat ini sudah ada situs museum, tulisan tangan Bung Karno yang disebut Naskah Proklamasi, patung Bung Karno, nama jalan, gelora, bandara, bahkan kapal yang diberi nama Bung Karno”, sebutnya.

Namun ada satu situs yang belum didirikan yaitu Huruf Bung Karno. Huruf itu masuk dalam sebuah situs karena setelah Indonesia Merdeka, mulai tahun 1948 Bung Karno menggerakkan upaya pemberantasan buta huruf,” kata Bertus Asso saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di Jayapura, Senin, 5 Februari 2024.

Karena sejak indonesia merdeka masih banyak masyarakat belum bisa membaca dan menulis.

“Hingga pada suatu waktu Bung Karno mengajak Seluruh warga untuk memberantas buta aksara bagi masyarakat di tingkat bawah dengan membuat sebuah Banner yang bertuliskan Bantulah usaha pemberantasan buta huruf dengan turun kejalan dan mengajar huruf vocal A, I , U , E dan O ,” ungkapnya lagi.

Menurut Magister Manajemen Pendidikan Universitas Cenderawasih Jayapura tahun 2015 ini, buku yang ditulisnya ini merupakan dasar pengenalan huruf dan baca yang mudah.

“Buku ini merupakan proses pengenalan huruf bagi anak-anak PAUD, TK, dan SD kelas 1 serta literasi pendidikan non formal dan internal”, jelasnya.

Direncanakan bukunya akan dibagikan di 6 Provinsi di Papua, terlebih kepada Dinas pendidikan dan para guru di Tanah Papua.

“Metode pembelajaran yang saya gunakan sangat asik, sehingga membuat semua bisa dengan mudah memahami dengan cepat membaca dan menulis,” terang mantan Kepala Distrik Itlay Hisage, Jayawijaya ini.

Dirinya berharap, pemerintah RI membantu untuk menggaungkan buku ini sebagai arsip nasional dan bisa jadi kurikulum pembelajaran di seluruh Indonesia.

Huruf Bung Karno Siap Diluncurkan

Menurut Bertus, butuh waktu sekitar setahun bagi dia untuk melakukan riset, menulis dan merampungkan buku Huruf Bung Karno ini. Ia mengaku, idenya untuk menulis buku ini saat ia mengikuti Sekolah Partai yang diselenggarakan PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta pada 2022 lalu.

Saat itu, Bertus diberi kesempatan memberikan materi tentang metode pembelajaran Huruf Bung Karno di hadapan ratusan kader PDI Perjuangan dari Sabang sampai Merauke.

“Saya jabarkan metode pembelajaran yang asyik dari Bung Karno ini selama 5 menit di hadapan Bung Komarudin Watubun, Tjahjo Kumolo, dan Bambang Pacul. Karena mendapat banyak tanggapan positif, saya pulang dan rumuskan metode pembelajaran Bung Karno ini, lalu riset dan jadi buku ini,” kata Bertus yang juga mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD Jayawijaya ini.

Diketahui buku Huruf Bung Karno yang diterbitkan Yayasan Anugerah Wiaima Wamena, baru dicetak terbatas sebanyak 600 eksemplar, dimana setiap Provinsi di Tanah Papua akan dibaginya merata sebanyak 100.

“Rencananya kita akan luncurkan di Wamena tanggal 15 Maret 2024 sesuai tanggal di cover buku ini yaitu 15 Maret 1948, saat Bung Karno mengajar di alun-alun Kota Yogyakarta,” tandasnya.

Buku karyanya ini akan disebarkan secara komersil dengan sasaran kepada masyarakat yang belum mengenal huruf supaya bisa cepat melek huruf. Tetapi target utamanya ialah untuk para guru, gembala Gereja, dan para TNI-Polri khusus di daerah-daerah konflik untuk bisa digunakan sebagai metode mengajar. (*)

Penulis : NatYo

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!