BBKSDA PB & Asar Papua Survei Flora Fauna Endemik di Kampung Mbenti Arfak

Pegungan Arfak, TopbNews.com – Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam BBKSDA Papua Barat bersama Asar Papua menggelar survei keanekaragaman hayati di Kampung Mbenti, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Survei ini bagian dari pengumpulan data lapangan potensi flora dan fauna endemik di perbatasan Pegunungan Arfak. Hasilnya akan dilaporkan ke pemerintah pusat sebagai bahan kajian konservasi.

Tim mendata titik koordinat yang sudah ditentukan, termasuk area titik R1 dan R2 di sekitar Kampung Mbenti. Pendataan mencakup kondisi habitat, sebaran spesies, serta dokumentasi kekayaan hayati kawasan.

Di lokasi, tim mengidentifikasi berbagai jenis anggrek, tumbuhan khas Papua, serta satwa endemik. Satwa yang didata antara lain katak, burung, kupu-kupu, dan fauna lain di habitat alaminya.

Founder Asar Papua, Krif Indou, Jumat (12/6/2026), mengatakan kegiatan ini untuk memperkuat basis data keanekaragaman hayati Pegunungan Arfak.

“BBKSDA Papua Barat turun langsung ke Kampung Mbenti untuk ambil data titik koordinat, dokumentasi flora fauna endemik, dan lihat kondisi habitat lapangan. Data dirangkum jadi laporan ke pusat sebagai bahan kajian konservasi,” ujarnya.

Krif menyebut Kampung Mbenti punya biodiversitas tinggi dengan habitat yang masih terjaga. Karena itu spesies endemik di wilayah itu butuh perhatian serius untuk pelestarian.

Ia berharap hasil survei jadi dasar program konservasi keanekaragaman hayati Papua Barat dan meningkatkan kesadaran warga menjaga habitat alami.

“Kami harap data ini memberi gambaran lengkap potensi Kampung Mbenti sehingga mendukung kebijakan pelestarian lingkungan berkelanjutan,” tambahnya.

Pegunungan Arfak dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati tinggi di Papua Barat. Beragam tumbuhan, burung, amfibi, dan serangga endemik menjadikan kawasan ini penting untuk konservasi sumber daya alam Indonesia. (*/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!