Apresiasi Jambore Masyarakat Adat 2025, Ketua MRPBD Dorong Jadi Agenda Tahunan

Sorong, TopbNews.com — Ketua Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRP PBD), Alfons Kambu, memberikan apresiasi atas terselenggara Jambore Masyarakat Adat Papua Barat Daya Tahun 2025 yang digelar di Sorong dari tanggal 11 dan 12 Agustus 2025.

Mengusung tema “Rajut Nyaman Tenun Kebangsaan”, kegiatan dihadiri puluhan peserta dari kepala suku, tokoh adat, pemuda, dan perwakilan masyarakat adat dari berbagai wilayah di Provinsi Papua Barat Daya.

Alfons mengakui tema yang diangkat sangat tepat dan bermakna, karena menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman etnis, budaya, dan bahasa yang ada di Papua Barat Daya.

“Tenun kebangsaan yang kita rajut bersama ini bukan hanya simbol persatuan, tetapi juga menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi masyarakat adat. Ini adalah kesempatan berharga bagi para kepala suku dan tokoh adat untuk menyampaikan pandangan dan masukan secara langsung,” ujarnya kepada TopbNews.com.

Selain menjadi forum silaturahmi, Alfons menilai Jambore Masyarakat Adat juga berfungsi sebagai sarana evaluasi berbagai program dan kebijakan yang telah dijalankan pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat.

“Dari sini kita bisa menilai sejauh mana aspirasi masyarakat adat diakomodasi, dan merumuskan langkah strategis ke depan,” tambahnya.

Alfons Kambu berharap kegiatan jambore tidak hanya menjadi perayaan sesaat, tetapi dapat dijadikan agenda tahunan.

Dengan demikian, proses penyampaian aspirasi dapat berjalan lebih sistematis dan terukur, serta menjadi acuan bagi pemerintah merancang kebijakan yang berpihak pada masyarakat adat.

“Kalau ini menjadi agenda rutin, maka pemerintah daerah punya tolok ukur yang jelas untuk melihat pencapaian aspirasi dari tahun ke tahun,” tegas Alfons.

Ia menambahkan Majelis Rakyat Papua Barat Daya sendiri merupakan lembaga representasi kultural yang memiliki peran strategis dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, termasuk perempuan dan agama di Papua Barat Daya.

Melalui partisipasi aktif kegiatan jambore, MRPB berharap dapat memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Jadi Seluruh rangkaian acara bertujuan memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong terciptanya harmoni antar-komunitas di wilayah Papua Barat Daya,”pungkasnya.

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!