Apresiasi DPMK PB, HIMPAUDI Teluk Bintuni Sebut Pelatihan Guru PAUD Langkah Konkret

Bintuni, TopbNews.com – HIMPAUDI Kabupaten Teluk Bintuni mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Provinsi Papua Barat atas pelatihan peningkatan kapasitas bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Ketua HIMPAUDI Teluk Bintuni Blandina Ester Arsai, menyebut kegiatan itu sebagai langkah perdana yang sangat berarti bagi peningkatan kapasitas pendidik PAUD di daerah.

“Pelatihan dari DPMK Provinsi Papua Barat sangat membantu kami, terutama guru-guru PAUD yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni. Ini menjadi pelatihan perdana dari DPMK untuk kami,” ujar Blandina.

Pelatihan diikuti 31 satuan pendidikan terdiri dari TK dan Kelompok Bermain (KB) dari 4 distrik meliputi Bintuni, Manimeri, Tuhiba dan Tembuni.

Blandina berharap program serupa diperluas hingga ke wilayah pesisir dan pedalaman Teluk Bintuni.


“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa menjangkau distrik pesisir dan pedalaman,” katanya.

Di sisi lain, Blandina menyoroti persoalan pengakuan guru pada satuan PAUD nonformal seperti KB, TPA dan SPS.
Padahal banyak tenaga pendidik di satuan tersebut sudah berkualifikasi S1 PAUD. Kendala muncul saat mereka hendak mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) karena status kelembagaan tempat mengajar belum diakui.

“Guru-guru Kelompok Bermain itu banyak yang sudah Sarjana Pendidikan. Tetapi mereka tidak bisa mengikuti PPG karena Kelompok Bermain itu belum diakui. Ini menjadi kendala besar,” jelas Blandina.

HIMPAUDI berharap pemerintah daerah, Pemprov Papua Barat, DPRD hingga DPR RI mendukung perjuangan perubahan regulasi pendidikan nasional agar guru KB, TPA dan SPS mendapat pengakuan dan kesetaraan.

“Yang diminta pemerintah sudah mereka jalani. Banyak yang sudah S1 Pendidikan PAUD. Yang kami perjuangkan sekarang adalah pengakuan dan kesetaraan,” tegasnya.

Bagi HIMPAUDI Teluk Bintuni, pelatihan DPMK menjadi awal positif. Mereka berharap perhatian terus berlanjut, baik dalam peningkatan kompetensi maupun perluasan akses pelatihan. (*)

Penulis: Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!