
Bintuni, TopbNews.com – Keterbatasan anggaran membuat sejumlah agenda peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI Kabupaten Teluk Bintuni terpaksa dibatalkan. Dana hibah dari Pemda yang terlambat cair menjadi penyebab utama.
Hal itu disampaikan Ketua HIMPAUDI Teluk Bintuni Blandina Ester Arsai, saat ditemui dalam Karnaval Budaya, Kamis (27/8/2026).
“Dalam perencanaan rapat, ada beberapa kegiatan yang harus kami lakukan. Namun karena kendala anggaran, kegiatan itu kami batalkan,” ujar Blandina.
Ia menegaskan pembatalan bersifat sementara. Agenda tersebut akan kembali diusulkan tahun depan jika dukungan anggaran memungkinkan.
HIMPAUDI memang menerima dana hibah dari Pemda, namun pencairannya terlambat sehingga pelaksanaan kegiatan terbatas.
Meski begitu, HIMPAUDI tetap menggelar Karnaval Budaya sebagai kegiatan perdana HUT HIMPAUDI di Bintuni.
Karnaval diikuti 32 satuan PAUD terdiri dari TK, Kelompok Bermain, dan RA. Total peserta mencapai sekitar 800 orang setelah ada tambahan dari Distrik Tuhiba.
Karnaval mengangkat kategori pakaian daur ulang, pakaian profesi, dan pakaian adat. Fokusnya budaya tujuh suku di Teluk Bintuni.
“Penggunaan bahan bekas untuk mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan. Pakaian profesi untuk mengenalkan cita-cita. Pakaian adat untuk menanamkan cinta budaya lokal,” jelas Blandina.
Antusiasme orang tua juga tinggi. Banyak yang ikut mendampingi anak dan mengenakan pakaian adat.
Blandina berharap Pemda ke depan dapat memperkuat dukungan anggaran untuk program HIMPAUDI.
“Khususnya kegiatan yang sudah kami rencanakan, kami harap Pemda dapat mendukung dengan anggaran,” harapnya.
Ia mengapresiasi Bupati Yohanis Manibuy dan Pemkab Bintuni yang tetap mendukung pelaksanaan Karnaval Budaya meski dalam keterbatasan.
Bagi HIMPAUDI, suksesnya karnaval dengan ratusan anak dan orang tua menjadi bukti semangat tidak padam meski anggaran terbatas. (*)
Penulis: Marthina Marisan