
Babo, TopbNews.com – Dimulainya pembangunan Pelabuhan Babo mendapat apresiasi dari Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibuy, yang menilai proyek strategis tersebut menjadi bukti nyata keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti hanya karena terjadi pergantian kepemimpinan, melainkan harus terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Alfons mengatakan, pembangunan Pelabuhan Babo merupakan langkah penting dalam memperkuat konektivitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Infrastruktur tersebut diyakini akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan daerah, terutama karena Babo berada di kawasan yang memiliki potensi industri berskala nasional.
“Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang berkelanjutan. Siapa pun pemimpinnya, pembangunan harus terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat’, ujar Alfons saat menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Babo.
Menurutnya, kesinambungan pembangunan merupakan kunci agar setiap program yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan di Teluk Bintuni.
Alfons menegaskan bahwa Pelabuhan Babo memiliki posisi yang sangat strategis. Selain menjadi pintu masuk transportasi laut bagi masyarakat, pelabuhan tersebut juga berada di kawasan penyangga industri minyak dan gas bumi, termasuk kawasan operasional LNG Tangguh.
Keberadaan pelabuhan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang, jasa, serta memperkuat aktivitas logistik yang menopang investasi di Teluk Bintuni.
Ia menilai, dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Babo berpeluang berkembang menjadi pusat jasa dan pelayanan bagi berbagai sektor industri. Hal tersebut tidak hanya akan memperkuat perekonomian daerah, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
“Pelabuhan Babo memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pelayanan yang mendukung aktivitas industri dan investasi di Teluk Bintuni. Ini harus dimanfaatkan dengan baik agar daerah semakin berkembang”, katanya.

Namun demikian, Alfons mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur megah, tetapi juga dari sejauhmana masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi yang dihasilkan.
Oleh Karena itu, ia meminta perusahaan-perusahaan migas yang beroperasi di Teluk Bintuni untuk memperkuat kemitraan dengan masyarakat lokal.
Menurutnya, perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, membuka lapangan kerja, memberdayakan pelaku usaha lokal, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat adat untuk terlibat dalam rantai ekonomi.
“Saya berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Teluk Bintuni ikut memikirkan bagaimana masyarakat Babo memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Jangan sampai daerah ini hanya menjadi tempat aktivitas industri tanpa memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat lokal”, tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pembangunan Pelabuhan Babo benar-benar menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Teluk Bintuni.
Dengan demikian, kehadiran investasi dan pembangunan infrastruktur tidak hanya mempercepat kemajuan daerah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Alfons yakin, jika pembangunan infrastruktur terus diiringi dengan komitmen pemberdayaan masyarakat, maka Teluk Bintuni akan tumbuh menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Papua Barat yang mampu memberikan manfaat luas bagi generasi sekarang maupun masa depan. (*)
Penulis : Marthina Marisan