Agus Sumule : Penerapan SSH di Manokwari Tergantung Kepala Daerah

Dosen dan Peneliti Universitas Papua, Agus Sumule saat memberikan keterangan kepada sejumlah media di Manokwari, Rabu 4 Desember 2024 (Foto: Marthina/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Dosen sekaligus Peneliti dari Universitas Papua, DR. Agus Sumule menyebut penerapan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Kabupaten Manokwari secara khusus dan Tanah Papua secara umum tergantung pada keputusan kepala daerah.

mostbet

“Penerapan SSH ini tidak diterapkan di semua sekolah karena tergantung kepada setiap kepala daerahnya,” ungkap Sumule kepada awak media di Manokwari, Rabu (4/12).

Sumule menjelaskan, program ini sudah berjalan di Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat. “Program ini sudah jalan di Sorong Selatan dan Maybrat. Itu karena Bupatinya bilang uang ada,” ungkap Sumule.

Program SSH, aku Sumule juga butuh perhatian khusus bagi nutrisi anak di bangku sekolah. Pasalnya, salah satu faktor penting mendukung proses belajar adalah pemenuhan nutrisi bagi setiap anak didik yang dianjurkan 3 (tiga) kali makan saat siswa belajar di sekolah.

“Untuk pemberian makanan bergizi di sekolah, khususnya di Papua itu harus diberikan tiga kali sehari, karena kalo anak tidak makan bagaimana dia bisa mengikuti proses belajar dengan baik,” ucap Sumule sembari menyebut SSH merupakan inisiasi UNIPA.

Tokoh perumus UU Otsus Papua ini berharap penerapan sekolah sepanjang hari tidak hanya soal memberikan pelajaran, tetapi juga bagaimana membuat sekolah menjadi lebih menyenangkan, termasuk pemberian makanan bergizi.

Menurutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di seluruh Papua masih di bawah rata-rata nasional. Kondisi lain yang dikuatirkan Sumule juga adalah dirinya memprediksi Angka Penduduk usia sekolah (PUS) yang tidak bersekolah di Tahun 2029 berkisar antara 1 juta orang. Kondisi ini akan terjadi jika tidak ada perhatian khusus bagi pendidikan di Tanah Papua.

Sumule berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan dan berhitung dengan baik terhadap besaran anggaran yang akan dialokasikan khusus bidang pendidikan.

Penulis: Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!