Di Festival Tokok Sagu, 13 Walikota Tanam Bibit Sagu

PJ Walikota Jayapura bersama Ketua APEKSI Komwil VI saat membuka Festival Tokok Sagu. (Foto: Natalia/Topbnews.com)

Jayapura, TopbNews – Pj. Walikota Jayapura, mengajak para walikota se-Sulawesi, Maluku dan Papua berkunjung ke sejumlah destinasi. Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan APEKSI yang dipusatkan di Kota Jayapura.

Selain perbatasan RI – PNG di Wutung, para walikota diajak berkunjung ke Kampung Skouw Yambe Distrik Muara Tami untuk melihat dari dekat Festival Tokok Sagu.

Pj. Walikota Jayapura, Frans Pekey mengatakan festival ini akan menjadi agenda rutin tahunan pemerintah. Selain itu, Kampung Skouw Yambe akan didorong menjadi Pilot Project Dusun Sagu. “Sagu sebagai sumber kehidupan. Termasuk bagi masyarakat Indonesia Timur,” katanya.

Pekey mengakui keberadaan sagu di Wilayah Tabi terancam punah. Sehingga menurut dia, penting untuk melestarikan hutan sagu agar ke depan, masyarakat masih bisa menikmatinya.

Pada Festival Tokok Sagu ini, para walikota ikut menanam sagu di Skouw Yambe.

Kegiatan ini sekaligus menjadi catatan sejarah bagi Skow karena baru pertama kali didatangi 13 walikota dan ikut menanam sagu.

Proses tokok sagu masyarakat Skouw Yambe Distrik Muara Tami pada Festival Tokok Sagu. (Foto: Natalia/Topbnews.com)

Sementara itu Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat pada Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Samsul Hadi, mengatakan melalui Festival ini kiranya membangun berbagai upaya gerakan berbasis masyarakat. Karena sagu merupakan bagian dari pangan lokal yang merupakan warisan dari leluhur di Tanah Papua. “Saat ini terjadi penggerusan hutan sagu yang beralih fungsi. Untuk itu kami ingin mendorong potensi pangan local harus ditingkatkan,” ujarnya sembari berharap pemerintah ikut melestarikan dusun sagu.

Dukungan gelaran festival ini juga datang dari Anggota DPR Papua, Yanni. Dia menilai, festival ini menjadi gebrakan sekaligus ajang mempromosikan jualan dan produk yang dimiliki Papua.

Menurutnya, wilayah Tabi mempunyai potensi pertanian dan perternakan. Namun diakuinya pada sektor ini belum maksimal pengelolaannya. “Jadi dengan Festival ini adalah langkah serta terobosan yang sangat bagus dan harus diteruskan. Jangan berhenti sampai disini saja,”harap Yanni. (*)

Penulis: Natalia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!