Korupsi Kok Ajak Keluarga? Healing Dong Bawa Keluarga

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, DR. Wawan Wardiana bersama kaum perempuan peserta bimtek (Foto : Tesan/Topbnews.com)

Manokwari, Topbnews.com – Komisi pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) menyesalkan, kasus tindak korupsi yang saat ini ditangani KPK, sebagian besar melibatkan keluarga.

mostbet

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, DR. Wawan Wardiana mengungkapkan, kasus korupsi melibatkan istri, anak bahkan pembantu rumah tangga.

“Hebatnya yang ditangani oleh KPK banyak yang melakukan korupsi beserta keluarga. Biasanya itu ngajak keluarga tamasya, ngajak healing,, ini korupsi ngajak keluarga,” ungkap Wawan Wardiana pada Bimtek hari kedua Peningkatan Kapabilitas dan Pemberdayaan Masyarakat Antikorupsi di Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/5).

Selain melibatkan istri dan anak, Wawan bahkan mengatakan ada juga yang melibatkan pihak lain, namun masih dalam lingkup kehidupan keluarga.

“Ada suami dengan istrinya. Bahkan tidak sedikit suami dengan istri-istrinya. Iya istrinya ternyata bukan satu jadi uangnya dititip sama beberapa sumber dan setelah diperiksa pengakuannya yang bersangkutan juga istrinya. Dan ketahuannya setelah ketangkap, kalau gak ketangkap mana tau istri pertamanya. Ada juga bapak dengan anaknya, bapaknya anggota DPR dan anaknya pengusaha, Kongkaling kong pengadaan barang dan jasa. Ada lagi kasus melibatkan pembantu rumah tangga, dan sopirnya. Nitip uang sama pembantu yang keluarganya di kampung, masuklah TPPU. Inilah yang terjadi dan patut kita sesali karena keluarga terlibat bersama dalam tindak korupsi,” rincinya.

Bintek yang digelar selama dua hari ini (24-25 Mei) diharapkan dapat menambah pemahaman dan pengetahuan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan kaum perempuan tentang pencegahan dan dampak dari korupsi.

“Seperti layaknya bola salju, sekarang mungkin 100 orang sepulang dari sini akan bertambah menjadi 300 orang dari obrolan ibu-ibu tadi. Lalu dari 300 orang menggelinding lagi jadi 600 orang, akhirnya seluruh Papua Barat ini paham semua mengenai anti korupsi,” pungkasnya.

Penulis : Tesan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!