
Jayapura, TopbNews- Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jayapura, mendatangi sejumlah pusat perbelanjaan modern dan tradisional, Jumat (24/3). Kedatangan tim gabungan ini untuk mengecek secara langsung ketersediaan dan harga bahan pokok di pasaran selama Ramadhan dan mejelang Idul Fitri.
Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey di sela-sela kunjungan menghimbau para distributor, pengecet dan pedagang tidak bermain harga dan menimbun stok. Karena menurut Pj. Walikota, tindakan itu akan menimbulkan gejolak ekonomi dan berimbas pada disparitas harga.
Dia meminta agar perbedaan harga tidak terlalu tinggi antara pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.
“Stok sembako cukup tersedia. Intinya tidak boleh naik tinggi. Atau perbedaan harga yang jaduh antara pasar tradisonal dan pasar modern. Itu yang kita kontrol hari ini. Dari kestabilan harga, relatif stabil. Ada satu dua komiditi di awal puasa harganya naik sedikit,” ungkapnya.
Dari pantauan, ada perbedaan beberapa kebutuhan pokok. Salah satunya adalah bawang. Di pasar tradisional harga bawang dijual Rp.50 ribu per kilo. Sementara di pasar modern, harga bawang berkisar Rp.55 ribu hingga Rp.60 ribu. “Ini masih tergolong wajar karena di pasar modern tentu pajaknya lebih tinggi,” terang Frans. (*)
Penulis : Natalia