Sejarah Baru GMKI Teluk Bintuni, Resmi Jadi Cabang Definitif 2026–2028

Bintuni, TopbNews.com – Sejarah baru Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Kabupaten Teluk Bintuni resmi tercatat. Setelah melalui perjalanan panjang sebagai calon cabang, GMKI Teluk Bintuni kini resmi menjadi Cabang Definitif untuk masa bakti 2026–2028.

Kepastian tersebut ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Pengurus Pusat GMKI Nomor 390824/SU/INT/K/IX/2026 tentang Pengesahan dan Pelantikan Badan Pengurus Cabang GMKI Teluk Bintuni Masa Bakti 2026–2028. SK tersebut ditetapkan di Jakarta pada 30 September 2026.

Momentum tersebut ditandai dengan dilantiknya Jony Tery Orocomna sebagai Ketua Cabang GMKI Teluk Bintuni dan Yohanis P. Nauw sebagai Sekretaris Cabang untuk masa bakti 2026–2028. Pelantikan dipimpin langsung oleh Koordinator Wilayah XII GMKI Tanah Papua periode 2025–2027, Aca Chelatania Brin di Gereja Elshadai Nusantara Kampung Lama, Rabu (30/9).

Dalam sambutannya, Ketua Cabang GMKI Teluk Bintuni Jony Tery Orocomna mengatakan, perubahan status tersebut merupakan momentum bersejarah yang lahir dari proses transisi dan perjuangan panjang seluruh elemen GMKI Teluk Bintuni.

“Perjalanan dari status Cabang Persiapan hingga melangkah ke titik ini bukanlah jalan yang mudah. Di dalamnya ada keringat, waktu, materi, pikiran, serta dinamika panjang yang telah dikorbankan oleh seluruh kader, senior, dan pengurus”, ujar Jony.

Menurutnya, status Cabang Definitif bukan sekadar perubahan administratif, tetapi merupakan penegasan atas kemandirian dan kematangan organisasi sekaligus memperluas medan pelayanan GMKI di Teluk Bintuni.

Memasuki fase definitif, kata Jony, seluruh kader dan pengurus harus siap memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam tiga medan pelayanan GMKI, yakni Gereja, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat.

Menurutnya, GMKI tidak boleh hanya berfokus pada konsolidasi internal, tetapi harus mampu menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat. Untuk itu, ia mendorong tiga fokus utama gerakan organisasi ke depan.

Pertama, penguatan tata kelola dan digitalisasi organisasi. GMKI perlu membenahi administrasi, memperjelas basis data kader, serta menerapkan sistem organisasi yang lebih modern dan efisien.

“Kemandirian administratif adalah cerminan dari kematangan sebuah cabang”, katanya.

Kedua, kaderisasi yang kontekstual dan solutif. GMKI, kata Jony, harus tetap menjadi ruang pembinaan kader yang kritis sekaligus mampu melahirkan kader yang tidak hanya kuat dalam diskusi, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan nyata di daerah, baik dalam bidang akademis maupun sosial kemasyarakatan.

Ketiga, kolaborasi strategis tanpa kehilangan suara kenabian. Jony mendorong penguatan kemitraan dengan gereja-gereja lokal, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah.

Namun, kolaborasi tersebut tidak boleh menghilangkan identitas GMKI sebagai organisasi yang memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kebenaran, menolak ketidakadilan, dan menghadirkan damai sejahtera.

“Kita harus memperkuat kemitraan dengan gereja-gereja lokal, perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Namun, sebagai anak-anak kandung proklamasi, GMKI harus tetap berdiri di garis depan dalam menyuarakan kebenaran, menolak ketidakadilan dan menjadi agen damai sejahtera”, ujarnya.

Lebih lanjut, Jony menegaskan bahwa perjalanan GMKI Teluk Bintuni ke depan membutuhkan kesatuan hati seluruh kader, anggota, pengurus, dan senior.

Ia mengajak seluruh elemen organisasi merapatkan barisan dan mengesampingkan kepentingan kelompok demi membangun GMKI Teluk Bintuni secara bersama-sama.

“Buang ego kelompok, mari fokus pada satu tujuan bersama. Jadikan momentum menuju cabang definitif ini sebagai batu loncatan untuk melahirkan sejarah baru bagi pergerakan mahasiswa Kristen di daerah ini,”, ajaknya.

Jony juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat GMKI yang terus memberikan pendampingan serta para senior yang selama ini konsisten mentransfer semangat dan energi perjuangan kepada kader-kader di Teluk Bintuni.

“Perjuangan ini belum usai, justru baru saja dimulai”, tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan SK Pengurus Pusat GMKI, kehadiran GMKI Cabang Teluk Bintuni merupakan bagian dari tanggung jawab kerja organisatoris dan penatalayanan misi pada Gereja, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat serta dalam dinamika kebangsaan.

Pengesahan tersebut dilakukan setelah pelaksanaan Konferensi Cabang Ke-I GMKI Teluk Bintuni Tahun 2026, disertai hasil kerja tim formatur dan sejumlah dokumen organisasi sebagai dasar pertimbangan Pengurus Pusat.

Dalam kepengurusan masa bakti 2026–2028, selain Jony Tery Orocomna sebagai Ketua Cabang dan Yohanis P. Nauw sebagai Sekretaris Cabang, turut ditetapkan sejumlah fungsionaris yang akan mengisi bidang organisasi, pendidikan kader dan kerohanian, aksi dan pelayanan, media dan komunikasi, pemberdayaan perempuan, serta ekonomi kreatif.

Dengan ditetapkannya SK pada 30 September 2026, GMKI Teluk Bintuni memasuki fase baru. Dari status calon cabang, organisasi tersebut kini berdiri sebagai cabang definitif yang sah secara konstitusional.

Dengan semangat “Berubahlah! Temukanlah Kasih Allah dalam Peziarahan” dan subtema “Berjumpalah dalam Kasih Persahabatan dan Bertransformasi bersama Seluruh Ciptaan!”, GMKI Teluk Bintuni memasuki babak baru pengabdian di tengah Gereja, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat.

“Mari kita terus melayani dengan kasih, bertindak dengan hikmat dan berdampak demi kemuliaan nama Tuhan. Ut Omnes Unum Sint”, tutupnya. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!