
Sorong, TopbNews.com – Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengajak keluarga besar Tanimbar di Papua Barat Daya untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga keberagaman, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Elisa Kambu saat menghadiri acara pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kerukunan Keluarga Besar Tanimbar (KKBT) Papua Barat Daya periode 2026–2031, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Yonif 762/VYS, Kamis (1/10/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada ketua bersama seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik.
Menurutnya, mandat yang diberikan kepada pengurus bukan hanya merupakan kepercayaan, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga hubungan kekeluargaan, memperkuat kebersamaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Papua Barat Daya.
“Pelantikan ini bukan sekadar pembentukan kepengurusan, tetapi merupakan sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah”, kata Elisa.
Ia mengatakan, Papua Barat Daya merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang. Karena itu, keberagaman tersebut harus dijaga sebagai kekuatan dalam membangun daerah.

Untuk itu, Elisa berharap KKBT Papua Barat Daya tidak hanya menjadi wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga mampu menjadi ruang untuk membangun solidaritas dan kepedulian sosial, melestarikan budaya, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga meminta kepengurusan yang baru dilantik dapat merangkul seluruh keluarga besar Tanimbar, baik generasi tua maupun generasi muda.
“Organisasi ini harus tumbuh menjadi organisasi yang terbuka, inklusif, solid, dan mampu menjawab kebutuhan anggotanya”, ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur mengajak seluruh keluarga besar Tanimbar untuk mengambil bagian dalam berbagai program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat dan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
“Kita membutuhkan partisipasi seluruh komponen masyarakat untuk membangun daerah ini. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri,” kata Elisa.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, pemuda, perempuan, serta berbagai paguyuban yang hidup dan berkembang di Papua Barat Daya.
Dalam kesempatan tersebut, Elisa Kambu juga memberikan perhatian khusus terhadap generasi muda Tanimbar.

Ia berharap anak-anak muda Tanimbar di Papua Barat Daya diberikan ruang yang luas untuk berkembang, berkarya, dan terlibat dalam pembangunan.
Selain itu, Elisa meminta keluarga besar Tanimbar terus menjaga dan memperkenalkan nilai-nilai budaya Tanimbar kepada generasi muda.
“Kebudayaan merupakan identitas yang harus diwariskan dan dikembangkan sebagai bagian dari kekayaan jati diri”, katanya.
Elisa berpesan agar pengurus membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, paguyuban lainnya, serta seluruh elemen masyarakat di Tanah Papua, khususnya Papua Barat Daya.
“Jangan membangun organisasi hanya untuk kepentingan internal, tetapi jadikan organisasi sebagai jembatan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas”, tegasnya. (*)
Penulis : Rian Lahindah