
Bintuni, TopbNews.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di TK Negeri Sisar Matiti, Kabupaten Teluk Bintuni, menjadi momentum pendidikan karakter bagi anak usia dini, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan bertema “Teladani Akhlak Rasulullah dalam Membangun Generasi yang Berakhlak Mulia” ini dipimpin Kepala TK Negeri Sisar Matiti, Blandina Ester Arsai.
Blandina menegaskan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan diajarkan kepada anak sejak dini. Menurutnya, pendidikan TK tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan sikap.
“Keteladanan Nabi Muhammad bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus ditanamkan dalam kehidupan anak sejak dini. Dari hal sederhana, mereka belajar menjadi anak santun, jujur, penyayang dan menghormati orang lain,” ujar Blandina.
Ia menjelaskan usia dini merupakan periode penting membangun kebiasaan. Nilai kejujuran, kasih sayang, kesantunan, menghormati orang tua dan guru, serta kepedulian harus diperkenalkan melalui pembiasaan sehari-hari.
Blandina menekankan pembentukan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah. Peran keluarga sangat menentukan karena anak belajar dari perilaku di lingkungan terdekat.
“Anak belajar bukan hanya dari apa yang kita sampaikan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan rasakan. Mari kita jadi teladan agar anak tumbuh dengan akhlak mulia,” katanya.

Menurutnya, sinergi guru dan orang tua menjadi kunci agar nilai keteladanan Rasulullah tidak berhenti pada kegiatan Maulid, tetapi terus diterapkan.
Tausyiah disampaikan Ustadz Andi Nasaruddin. Ia mengajak anak mengenal Rasulullah sebagai sosok berakhlak luhur dan menjadikan hidup beliau sebagai contoh. Pesan kejujuran, amanah, kesantunan, kasih sayang dan kepedulian disampaikan kepada peserta didik.
Bagi Blandina, menanamkan akhlak sejak dini adalah investasi menyiapkan generasi masa depan. Anak diharapkan tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki karakter kuat.
“Ketika keteladanan ditanamkan sejak dini, anak tidak hanya belajar menjadi pintar, tetapi juga belajar menjadi manusia yang baik,” pungkasnya. (*)
Penulis: Marthina Marisan