
Bintuni, TopbNews.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum pertama bagi Paguyuban Wong Jowo (Pakuwojo) Kabupaten Teluk Bintuni di bawah kepemimpinan baru. Kegiatan ini tidak hanya sebagai syiar agama, tetapi juga ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat komitmen warga perantauan Jawa untuk berkontribusi bagi daerah.
Acara digelar di Pendopo Pakuwojo, Awarapi, Distrik Bintuni Timur, Minggu (6/9/2026). Hadir pengurus, warga Pakuwojo, pilar-pilar paguyuban, jamaah Yasin dan Majelis Taklim. Rangkaian kegiatan diisi doa bersama, ceramah agama, dan pembagian gunungan.
Ketua Pakuwojo Kabupaten Teluk Bintuni Wagiman, menyebut Maulid memiliki makna khusus karena merupakan kegiatan pertama sejak dirinya menerima amanah pada 29 Juni 2026.
“Kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa keberkahan. Risalah beliau menjadi penerang dari alam kegelapan menuju alam yang terang,” ujar Wagiman.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Pakuwojo menjadikan momentum ini sebagai titik awal memperkuat persatuan. Antusiasme warga yang menyiapkan gunungan disebutnya sebagai bukti kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian.
Dalam sambutan, Wagiman menyampaikan pesan Pakuwojo tidak hanya dilihat sebagai tempat kumpul warga Jawa, tetapi sebagai rumah bersama untuk saling membantu di tanah rantau.
“Saya ingin mengajak kita bergandengan tangan membesarkan organisasi ini. Tanggung jawab membesarkan organisasi ini tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
“Kita di organisasi ini tidak digaji, tapi Allah Maha Baik. Kita selalu dipertemukan dengan orang-orang baik,” lanjutnya penuh haru.

Wagiman juga mengingatkan pentingnya persaudaraan bagi warga perantauan. “Buktinya saya sendiri tidak punya saudara kandung di Teluk Bintuni ini, tapi kalian semuanya adalah keluarga saya,” tuturnya.
Wagiman menyoroti besarnya potensi SDM warga Pakuwojo yang berasal dari berbagai profesi, mulai guru, ASN, pedagang hingga pengusaha.
Ia berharap kedepan semakin banyak warga Pakuwojo yang berkiprah di politik dan pemerintahan. “Kalau Allah berkehendak, warga Jawa mendapat kesempatan menduduki kursi parlemen, minimal dua hingga tiga orang.”
Namun hal itu, kata dia, hanya bisa terwujud jika semua menghilangkan perbedaan, rasa iri dan dengki. “Kalau semua bersatu, banyak hal yang bisa dilakukan bersama.”
Wagiman juga mengajak warga mendukung pembangunan Teluk Bintuni, menjaga Kamtibmas, dan tidak mudah terprovokasi.
Terkait kekeringan yang melanda, ia meminta masyarakat waspada kebakaran hutan dan lahan, serta berhati-hati saat membakar sampah.

Ustadz Hasan Zajuli, dalam tauziah mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai Al-Amin, pedagang, pemimpin dan guru. Ia menekankan Maulid harus mendorong umat menjadi pribadi yang bermanfaat dan gemar bersedekah, baik materi maupun tenaga, pikiran dan ilmu.
Ketua Panitia Sumarno mengapresiasi dukungan seluruh pihak. Ia berharap gotong royong warga menjadi amal jariyah.
Dengan Maulid 1448 H ini, Pakuwojo di era Wagiman menegaskan komitmen menjadikan persaudaraan sebagai kekuatan untuk membangun Teluk Bintuni. (*)
Penulis: Marthina Marisan